Pentingnya Evaluasi Pembelajaran


Evaluasi sangat penting bagi berjalannya suatu program, baik itu program pendidikan, pembelajaran, atau pun pelatihan. Biasanya tujuan dari diadakannya evaluasi ialah untuk mengetahui apakah program yang sudah dijalankan seperti program-program tersebut di atas, tersampaikan kepada peserta dengan baik, atau sesuai dengan target/tujuan dari program tersebut, ataukah belum sama sekali. Dan jika hal-hal tersebut terjadi dalam menjalankan program seperti di atas maka peserta atau penyampai program akan melakukan evaluasi terhadap pencapaian keberhasilannya. Sehingga di masa yang akan datang program tersebut sudah menjadi lebih baik dan hal-hal yang membuatnya tidak tercapai akan berkurang.
Pada pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang pentingnya evaluasi pembelajaran bagi peserta didik, orang tua peserta didik, guru, satuan pendidikan, dan pemerintah. Untuk ulasan lengkapnya sebagai berikut.
1.    Pentingnya evaluasi pembelajaran bagi siswa
Bagi siswa, evaluasi digunakan untuk mengukur pencapaian keberhasilannya dalam mengikuti pelajaran yang telah diberikan oleh guru. Dalam hal ini ada dua kemungkinan:
a.       Hasil bagi siswa yang memuaskan
Jika siswa memperoleh hasil yang memuaskan, tentunya kepuasan ini ingin diperolehnya kembali pada waktu yang akan datang. Untuk ini siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat agar perolehannya sama bahkan meningkat pada masa yang akan datang. Namun, dapat pula terjadi sebaliknya, setelah memperoleh hasil yang memuaskan siswa tidak rajin belajar sehingga pada waktu berikutnya hasilnya menurun.
b.      Hasil bagi siswa yang tidak memuaskan
Jika siswa memperoleh hasil yang tidak memuaskan, maka pada kesempatan yang akan datang dia akan berusaha memperbaikinya. Oleh karena itu, siswa akan giat belajar. Tetapi bagi siswa yang kurang motivasi atau lemah kemauannya akan menjadi putus asa.
2.    Pentingnya evaluasi pembelajaran bagi orang tua
a.    Mengetahui kemajuan belajar peserta didik.
b.    Membimbing kegiatan belajar peserta didik di rumah.
c.    Menentukan tindak lanjut pendidikan yang sesuai dengan kemampuan anaknya.
d.   Memperkirakan kemungkinan berhasil tidaknya anak tersebut dalam bidang pekerjaannya.
3.    Pentingnya evaluasi pembelajaran bagi guru
a.    Dapat mengetahui siswa manakah yang menguasai pelajran dan siswa mana pula yang belum. Dalam hal ini hendaknya guru memberikan perhatian kepada siswa yang belum berhasil sehingga pada akhirnya siswa mencapai keberhasilan yang diharapkan.
b.    Dapat mengetahui apakah tujuan dan materi pelajaran yang telah disampaikan itu dikuasai oleh siswa atau belum.
c.    Dapat mengetahui ketepatan metode yang digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran tersebut.
d.   Bila dari hasil evaluasi itu tidak berhasil, maka dapat dijadikan bahan remidial. Jadi, evaluasi dapat dijadikan umpan balik pengajaran.
4.    Pentingnya evaluasi pembelajaran bagi satuan pendidikan
a.       Bagi administrator sekolah, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk:
1)   Menentukan penempatan peserta didik.
2)   Menentukan kenaikan kelas.
3)   Pengelompokan peserta didik di sekolah mengingat terbatasnya fasilitas pendidikan yang tersedia serta indikasi kemajuan peserta didik pada waktu mendatang.
b.      Bagi kepala sekolah, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk:
1)   Untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa.
2)   Untuk memikirkan upaya – upaya pembinaan para guru dan siswa berdasarkan pendapat, gagasan, saran, aspirasi, dari berbagai pihak (guru, siswa, orang tua) yaitu melengkapi sarana belajar.
3)   Meningkatksn profesionalitas tenaga guru, pelayan sekolah, perpustakaan sekolah, tata tertib sekolah, disiplin kerja, pengawasan dll.
c.    Bagi penelitian pendidikan, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan sebagai data yang sangat diperlukan oleh para peneliti pendidikan.
5.    Pentingnya evaluasi pembelajaran bagi pemerintah
  1. Memberikan informasi yang valid tentang kinerja kebijakan, program & kegiatan yaitu seberapa jauh kebutuhan, nilai & kesempatan telah dapat dicapai
  2. Memberikan sumbangan pada klarifikasi & kritik terhadap nilai-nilai yg mendasari pemilihan tujuan & target
  3. Melihat peluang adanya alternatif kebijakan, program, kegiatan yang lebih tepat, layak, efektif, efisien
  4. Memberikan umpan balik terhadap kebijakan, program dan proyek
  5. Menjadikan kebijakan, program dan proyek mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik
  6. Mambantu pemangku kepentingan belajar lebih banyak mengenai kebijakan, program dan proyek 
  7. Dilaksanakan berdasarkan kebutuhan pengguna utama yang dituju oleh evaluasi
  8. Negosiasi antara evaluator dan pengguna utama yang dituju oleh evaluasi

Related Posts: