Apa
kabar gan?? Hehe, baik semua kan?? Semoga aktivitas kalian sampai malam hari
ini mendapat berkah,,, Aamin ya Robbal ‘alamiin… dan bagi kalian yang masih
beraktivitas semangat terus ya… :’)
Baiklah
gan,,, langsung aja kali ini adalah materi tentang jenis-jenis kegiatan pembelajaran. Jenis-jenis kegiatan pembelajaran terdiri
dari Kegiatan Pra-pembelajaran, Kegiatan
Awal Pembelajaran, Kegiatan Inti Pembelajaran dan Kegiatan Penutup. Berikut
ulasannya gan…
1. Kegiatan Pra-pembelajaran
Proses
pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan oleh guru untuk membantu proses
terjadinya belajar pada diri siswa. Pembelajaran harus dirancang dan
dilaksanakan secara sistemik dan sistematis. Secara umum prosedur pembelajaran
terdiri dari kegiatan
awal
pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran, dan kegiatan
akhir/penutup
pembelajaran.
Namun sebelum melaksanakan kegiatan
awal pembelajaran, ada satu kegiatan lagi yang tak kalah penting yang harus
dilakukan guru dalam menempuh proses pembelajaran yaitu kegiatan pra-pembelajaran.
Kegiatan
pra-pembelajaran atau disebut juga kegiatan pra-instruksional adalah kegiatan pendahuluan
pembelajaran yang ditujukan agar siswa siap untuk mengikuti proses pelajaran. Kegiatan
pra-pembelajaran
bersifat umum dan tidak berhubungan langsung dengan kompetensi atau materi yang
akan dibahas dalam kegiatan inti. Usaha yang dapat dilakukan guru pada tahap
pra-pembelajaran yaitu:
a) Menunjukkan sikap yang menarik. Sikap guru di
depan kelas dapat mempengaruhi kondisi belajar siswa. Guru harus memperlihatkan
sikap yang menyenangkan agar siswa tidak merasa takut, tegang, ragu, dan
akhirnya tidak siap untuk mengikuti proses pembelajaran. Kondisi yang
menyenangkan ini harus diciptakan dari awal pembelajaran agar siswa dapat mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan percaya diri tanpa ada tekanan yang
dapat menghambat kreatifitasnya.
b) Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Alat dan fasilitas belajar di kelas harus ditata dan dipersiapkan dengan rapi
untuk memudahkan aktifitas belajar siswa. Buku-buku, alat tulis, dan alat bantu
belajar seperti alat peraga yang akan digunakan harus telah dipersiapkan
terlebih dahulu. Mulailah dengan memberi salam kepada siswa dan berdoa sebelum
memulai pembelajaran agar suasana betul-betul menjadi menyenangkan.
c) Memeriksa kehadiran siswa. Kegiatan ini biasa
dilakukan oleh guru pada jam pertama pembelajaran. Guru tidak perlu memanggil
satu persatu siswanya karena akan memakan waktu, cukup menanyakan siapa siswa
yang tidak hadir kepada siswa yang hadir atau cukup melalui ketua kelas saja.
Dengan selalu mengecek kehadiran, siswa akan termotivasi untuk disiplin dan
membiasakan diri memberitahukan ketidakhadirannya kepada guru baik secara
langsung maupun melalui teman.
d)
Menciptakan kesiapan belajar siswa. Kesiapan
belajar siswa adalah salah satu prinsip belajar yang sangat berpengaruh
terhadap proses dan hasil belajar siswa. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan
guru untuk menciptakan kesiapan belajar siswa antara lain:
1) Membimbing dan membantu siswa dalam mennyiapkan
fasilitas/sumber belajar yang diperlukan.
2) Menunjukan minat dan semangat yang tinggi dalam
mengajar.
3) Mengontrol seluruh aktifitas siswa mulai dari
awal sampai akhir pembelajaran.
4) Menggunakan berbagai media pembelajaran.
e) Menciptakan suasana belajar yang demokratis.
Untuk menciptakan suasana ini guru harus membimbing siswa agar berani bertanya,
berani menjawab, berani berpendapat, berani mengeluarkan ide, dan berani unjuk
kerja. Suasana belajar yang demokratis seperti ini harus diciptakan dari awal
pembelajaran dan berlanjut sampai akhir pembelajaran.
