Secara umum karakteritik kurikulum pendidikan Islam adalah
pencerminan Islami yang dihasilkan dari pemikiran kefilsafatan dalam seluruh
aktivitas dan kegiatan kependidikan dalam prakteknya. Konsep inilah yang membedakan
kurikulum pendidikan Islam dengan kurikulum pendidikan pada umumnya. Menurut
Al- Syaebany, Ciri-ciri kurikulum pendidikan Islam itu adalah: Mementingkan
tujuan agama dan akhlak dalam berbagai hal seperti tujuan dan kandungan,
kaedah, alat dan tekniknya. Memperluas perhatian dan kandungan hingga mencakup
perhatian, pengembangan serta bimbingan terhadap segala aspek pribadi pelajar
dari segi intelektual, psikologi, sosial, dan spiritual.
Adanya keseimbangan antara kandungan kurikulum dan
pengalaman serta kegiatan pengajaran.
Analisa setelah proses demi proses yang kian panjang maka dalam
pendidikan Islam diperlukan adanya kurikulum, hakekat kurikulum dalam
pendidikan Islam yang sebenarnya adalah eksistensi kurikulum sebagai parameter
operasionalisasi proses belajar mengajar. Oleh karenanya kurikulum tidak
mempunyai makna apabila tidak dilaksanakan dalam suatu institusi dan tidak ada
imbal balik antara pendidik disuatu sisi dengan peserta didik di sisi lain.
