Pembelajaran terpadu adalah
pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan kegiatan
ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan yang meliputi
pengembangan aspek kognitif, bahasa, fisik-motorik, social-emosi, estetika,
social, moral, dan agama. Yang menjadi focus dalam pembelajaran terpadu adalah
tema.
Pembelajaran terpadu memiliki
karakteristik sebagai berikut: dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung,
sesuai dengan kebutuhan dan minat anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk
menggunakan semua pemikirannya, menggunakan bermain sebagai wahana belajar,
menghargai perbedaan individu, melibatkan orang tua atau keluarga anak untuk
mengoptimalkan pembelajaran.
Pembelajaran terpadu memiliki
manfaat: (1) meningkatkan perkembangan konsep anak (2) memungkinkan anak untuk
mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan, (3) membantu guru dan
praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya, (4) dapat
dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda, untuk semua tingkat usia, dan
untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Pembelajaran terpadu menuntut guru untuk
bekerja secara professional mulai tahap perencanaan, pelaksanaan hingga tahap
penilaian. Agar pembelajaran terpadu dapat mencapai tujuan yang diharapkan guru
harus menempuh prosedur-prosedur sebagai berikut:
1. Memilih tema
Memilih tema terpadu dapat bersumber
dari: (a) minat anak, (b) peristiwa khusus (c) kejadian yang tidak diduga (d)
materi yang dimandatkan oleh lembaga, (e) orang tua dan guru. Kriteria
pemilihan tema adalah; (a) relevansi topic dengan anak, (b) pengalaman
langsung, (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum, (d) ketersediaan
alat-alat, (e) potensi proyek
2. Penjabaran tema
Tema yang
sudah dipilih harus dijabarkan ke dalam sub tema dan konsep-konsep yang di
dalamnya terkandung istilah, fakta dan prinsip, kemudian jabarkan kedalam,
bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional.
3. Perencanaan
Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan
guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Tentukan tujuan
pembelajaran, kegiatan belajar, waktu, pengorganisasian anak, sumber rujukan,
alat-alat permainan yang diperlukan, dan penilaian yang akan dilakukan
4. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan lakukan dan kembangkanlah kegiatan
belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Lakukan pengamatan terhadap
proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan anak
5. Penilaian
Penilaian
dilakukan pada pelaksanaan dan akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk
mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran
terpadu.
Pembelajaran terpadu sebagai
salah satu pendekatan pembelajaran dapat diterapkan di lembaga pendidikan anak
usia dini pada umumnya dan Taman Kanak-kanak pada khususnya. Penerapan strategi
pembelajaran tersebut terutama harus didasarkan pada pertimbangan
karakteristik-karakteristik anak dan tujuan pembelajaran.