Guru matematika sebagai salah satu titik tolak
keberhasilan pendidikan harus berusaha keras untuk menyempurnakan keterampilan
dalam seni mengajar untuk membekali murid dengan matematika yang sesuai dan
matematika kontemporer. Keterampilan seni mengajar ini penting, khususnya untuk
memotivasi murid, terutama dalam menghadapi murid-murid malas yang dijumpai
setiap hari. Seni mengajar ini disadur dari buku Mengajar Matematika (Sobel dan
Maletsky) dengan pengubahan seperlunya.
1.
Memulai
Pelajaran Dengan Cara Yang Menarik
Lima menit pertama sering berarti sebagai sukses
atau gagalnya suatu pelajaran. Meskipun penting untuk membahas tugas-tugas yang
telah diberikan, tetapi seorang guru tidak perlu menggunakan sebagian besar
waktunya di kelas untuk membahas tugas-tugas tersebut. Dengan demikian, penting
sekali guru mengetahui cara-cara memulai pelajaran agar dapat menarik perhatian
murid.
a.
Mulai
Dengan Pertanyaan Yang Menantang
Sebuah pertanyaan yang menantang dapat digunakan
sebagai cara yang efektif untuk memulai atau mengakhiri suatu kegiatan. Sebuah
pertanyaan memancing diberikan, kemudian guru memberi kesempatan kepada murid
untuk menduga, mendiskusikan maupun berdebat untuk memperoleh jawabannya.
Kemudian dengan dituntun oleh guru, metode yang tepat dibahas untuk menjawab
jawabannya. Pertanyaan dirancang sedemikian rupa sehingga jawaban yang
diperoleh dengan menggunakan materi dan metode yang sesuai dengan kurikulum,
tingkat pelajaran, dan kemampuan muridnya.
Misalnya, murid-murid kelas 1 SMP yang sedang
belajar satuan desimal. Guru ingin memberikan dasar perhitungan dan juga
berharap untuk memberikan penilaian terhadap bilangan yang besar. Sebuah
pertanyaan yang dapat dipakai untuk memulai pelajaran adalah sebagai berikut.
Riska ingin membilang
sampai satu juta. 1, 2, 3, 4, 5, ….. Berapa lama waktu yang diperlukan?
Beberapa murid akan memberikan dugaannya. Setelah
dugaan diberikan dan dicatat, guru mengingatkan bahwa murid-murid belum
mempunyai cukup informasi untuk menjawab pertanyaan. Misalnya mereka belum
diberi tahu berapa laju membilangnya dan apakah diselingi berhenti atau tidak.
Guru bisa mengatakan bahwa Riska akan membilang dengan laju satu bilangan per
detik dan tidak akan berhenti sebelum selesai. Kemudian guru memberi kesempatan
murid-murid untuk menduga lagi.
Tentu akan ada murid yang cerdas yang memberi
jawaban satu juta detik. Guru memberikan pujian untuk jawaban ini, tetapi
kemudian tanyakan jawaban dalam satuan waktu yang lebih dimengerti secara umum,
seperti hari, minggu, bulan, atau tahun. Sangat penting untuk memberi
kesempatan kepada murid untuk menduga jawabannya sebelum mereka menghitung.
Diskusi yang memanas di antara murid adalah cara yang terbaik untuk memotivasi
mereka melakukan perhitungan untuk memperoleh jawaban yang benar.
Kadang-kadang usaha memotivasi murid-murid di dalam
kelas tidak membuahkan hasil. Setelah diskusi berbagai dugaan yang diperlukan
untuk waktu membilang sampai satu juta, guru harus mengarahkan murid-murid
untuk mencari metode perhitungan untuk mendapatkan jawaban yang benar. Jika
murid-murid di dalam kelas tidak tertarik pada jawaban yang benar, maka akan
sulit untuk melanjutkan materi pelajaran. Ini adalah alasan pentingnya
membangun diskusi yang cukup sebelumnya sehingga murid-murid ingin sekali
mencari jawabannya.
Persoalan ini memberi kesempatan yang baik sekali
untuk menekankan kemampuan penaksiran. Untuk mengubah 1.000.000 detik ke hari,
maka:
1.000.000
60 x 60 x 24
Untuk
perhitungan yang cepat, bulatkan 24 ke 25, sehingga:
1.000.000
= 1.000.000
= 10.000 = 400
60 x 60 x 25 60
x 60 x 25 36 x 25 36
Karena
400 : 36 lebih dari 10, maka taksiran yang bagus adalah 11 hari. Jawaban
sebenarnya kira-kira 11 ½ hari.
b. Memberi
Tantangan
Banyak pertanyaan menarik dan menantang yang dapat
digunakan untuk merangsang diskusi di awal pelajaran dan dapat juga memotivasi
keahlian menghitung. Pertanyaan-pertanyaan menarik yang dapat digunakan untuk
memulai pelajaran bagi murid kelas 2 SMP yang sedang belajar tentang satuan
pengukuran adalah sebagai berikut.
Perhatikan ruang
kelas kita. Apakah ruang kelas kita cukup untuk memuat satu juta bola tenis
meja? Satu juta uang logam seratus rupiah?
Untuk ukuran ruang kelas yang normal,
dugaan akan berkisar pada satu juta bola tenis meja dan satu juta uang logam
seratus rupiah. Sesudah terjadi diskusi, murid-murid diminta menentukan cara
untuk mencari jawaban yang benar. Salah satu cara yang mungkin adalah
menggunakan kardus kotak sepatu dan diisi bola tenis meja. Kemudian gunakan
meteran dan perkirakan volum ruang kelas. Dengan membandingkan volum ruang
kelas dan volum kotak sepatu, murid dapat memperkirakan banyak bola tenis meja
yang bisa dimasukkan ke dalam ruang kelas.