Selama ini
pembelajaran di kelas didominasi oleh pemahaman
strukturalis/objektivisme/behaviorisme yang bertujuan siswa mengingat
informasi, lalu terjadi memorasi. Pembelajaran dengan metode snowball throwing tidak demikian, dalam
hal ini peserta didik diberikan kebebasan untuk membangun atau menciptakan
pengetahuan dengan cara mencoba memberi arti pada pengetahuan yang dialaminya.
Siswa diberi pemahaman bahwa ilmu pengetahuan adalah
suatu yang tidak stabil dan hanya berupa rekaman. Ilmu pengetahuan adalah
konstruksi manusia mengalami pengalaman-pengalaman baru yang menyebabkan
pengetahuan terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Prinsip pembelajaran
dengan metode snowball throwing
termuat di dalam prinsip pendekatan kooperatif yang didasarkan pada lima
prinsip, yaitu prinsip belajar siswa aktif (student
active learning), belajar kerjasama (cooperative
learning), pembelajaran partisipatorik, mengajar reaktif (reactive teaching), dan pembelajaran
yang menyenangkan (joyfull learning).
Pengetahuan tumbuh dan berkembang
melalui pengalaman. Pengalaman semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu
diuji dengan pengalaman baru. Menurut Piaget manusia memilki struktur
pengetahuan dalam otaknya, yang masing-masing individu memilki kemampuan yang
berbeda-beda. Setiap pengalaman baru (struktur pengetahuan) dihubungkan dan
disimpan di dalam otak manusia. Struktur pengetahuan dikembangkan dalam otak
manusia melalui dua cara, yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah struktur
pengetahuan dibuat atau dibangun atas dasar struktur pengetahuan yang sudah
ada. Akomodasi adalah struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk
menampung dan menyesuaikan dengan pengalaman baru yang diperoleh.
Pembelajaran
kooperatif tipe Snowball Throwing merupakan
pembelajaran yang dapat digunakan untuk memberikan konsep pemahaman materi yang
sulit kepada siswa serta dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana
pengetahuan dan kemampuan siswa dalam materi tersebut. Pada model
pembelajaran Snowball
Throwing siswa dibentuk
menjadi beberapa kelompok yang diwakili ketua kelompok unuk mendapat tugas dari
guru, kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti
bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa
menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh .
Model Pembelajaran
Snowball Throwing
melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan
menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Lemparan
pertanyaan tidak menggunakan tongkat seperti model pembelajaran Talking Stick
akan tetapi menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas
menjadi sebuah bola kertas lalu dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa
yang mendapat bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya. diremas menjadi sebuah bola kertas
lalu dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa yang mendapat bola kertas lalu
membuka dan menjawab pertanyaannya.
Pembelajaran dengan metode Snowball Throwing, menggunakan tiga penerapan pembelajaran antara
lain: pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui
konteks yang terbatas melalui pengalaman nyata (constructivism), pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa
diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari
menemukan sendiri (inquiry),
pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari “bertanya” (questioning) dari bertanya siswa dapat menggali informasi, mengkonfirmasikan apa
yang sudah diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui.
Di dalam metode pembelajaran Snowball Throwing strategi memperoleh dan
pendalaman pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa
memperoleh dan mengingat pengetahuan tersebut.