Pendekatan
pembelajaran ada 2 jenis yaitu pendekatan metodologik dan pendekatan material.
Sedangkan pengertian pendekatan pembelajaran itu sendiri adalah
cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan pembelajaran agar konsep yang disajikan
dapat diadaptasikan oleh siswa.
Pendekatan
metodologik berkenaan dengan cara siswa mengadaptasi konsep yang disajikan ke
dalam struktur kognitifnya. Adapun contoh pendekatan metodologik diantaranya pendekatan open-ended dan pendekatan pemecahan masalah. Pendekatan Open-ended merupakan pendekatan pembelajaran yang dimulai dengan memberikan
soal terbuka kepada siswa sehingga diharapkan siswa akan menjawab pertanyaan
dengan banyak cara dan melatih kemampuan berfikir siswa dalam menyelesaikan
suatu masalah dengan melihat dari segala sudut pandang.
Menurut Nohda dalam Erman Suherman (2003), tujuan dari
pembelajaran open-ended adalah untuk
membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving secara simultan. Dengan
kata lain kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa harus dikembangkan
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap siswa.
Menurut Erman Suherman (2003), dalam pendekatan open-ended guru memberikan permasalahan
kepada siswa yang solusinya atau jawabannya tidak perlu ditentukan hanya satu
cara. Guru harus memanfaatkan keberagaman cara atau prosedur untuk
menyelesaikan masalah itu untuk memberi pengalaman kepada siswa dalam menemukan
sesuatu yang baru berdasarkan pengetahuan, ketrampilan, dan cara berpikir
matematika yang telah diperoleh sebelumnya. Keunggulan dari pendekatan open ended ini antara lain:
1)
Siswa
berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan ide.
2)
Siswa
memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan ketrampilan
matematik secara komprehensif.
3)
Siswa
dengan kemampuan matematika rendah dapat merespons permasalahan dengan cara
mereka sendiri.
4)
Siswa
secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan.
5)
Siswa
memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.
Di
samping keunggulan yang dapat diperoleh dari pendekatan open-ended terdapat kelemahan antara lain:
1)
Membuat
dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan
mudah.
2)
Mengemukakan
masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa
yang mengalami kesulitan bagaimana merespons permasalahan yang diberikan.
3)
Siswa
dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka.
Mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka
tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi.
