Terdapat beberapa jenis
strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak.
Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan
penerapan strategi pembelajaran umum, yaitu harus mempertimbangkan
karakteristik tujuan, karakteristik anak dan cara belajarnya, karakteristik
tempat yang akan digunakan, dan pola kegiatan.
Jenis-jenis strategi
pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eksploratori, (2) Penemuan Terbimbing,
(3) Pemecahan Masalah, (4) Diskusi, (5) Belajar Kooperatif, (6) Demonstrasi,
dan (7) Pengajaran Langsung.
Di samping strategi
pembelajaran di atas, guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan
strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang.
Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang
dimotori Piaget dan Vigotsky. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri.
Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek, benda,
lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Yang melandasi
pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan
pendekatan belajar aktif.
Belajar aktif merupakan
proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati,
meneliti, menyimak, menggerakkan badan mereka menyentuh, mencium, meraba dan
membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka.
Pembelajaran yang berpusat
pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh
dari minat dan keinginan anak, 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa
yang ingin ia kerjakan, 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan
seluruh indranya, 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung,
5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan, 6) Anak menggunakan
otot kasarnya, 7) Anak menceritakan pengalamannya.
Pembelajaran
yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Upaya
yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang
dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Untuk itu
perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya.
Area-
area tersebut meliputi:
1.
Area Pasir dan Air.
2. Area
Balok.
3. Area
Rumah dan Bermain Drama.
4. Area
Seni.
5. Area
Manipulatif.
6. Area
Membaca dan menulis.
7. Area
pertukangan atau kerja Kayu.
8. Area
musik dan gerak.
9. Area
komputer.
10. Area
bermain di luar ruangan.
Pelaksanaan pembelajaran yang
berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan, tahap bekerja dan tahap
melaporkan kembali.
Plan Do Review, merupakan
salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam pendekatan
ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan
keinginannya, mulai dari membuat perencanaan, (Plan), mengerjakan (Do), dan
melaporkan kembali (Review).
Prosedur
pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:
1.
Tahap merencanakan (Planning Time).
2.
Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk
membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya.
3.
Tahap Bekerja (Work Time).
4.
Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan
memecahkan masalah. Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan.
5.
Tahap Review (Recall).
6.
Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa
yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja.
