Assalamualaikum
rekan-rekan… maaf saya baru memposting lagi nih,,. hehe sudah sampai hampir
seminggu yah… Hal ini dikarenakan sebelumnya ibu saya terkena musibah, hingga
diharuskan oleh dokter untuk dirawat, tetapi alhamdulillah sekarang beliau
sudah kembali sehat seperti sedia kala… Ini juga tidak terlepas dari
rekan-rekan yang sudah ikut mendoakan ibu saya, dan saya ucapkan terima kasih…
Oke
langsung aje rekan-rekan, hehe
Pembahasan
kali ini tentang Seni Mengajar, materi ini adalah materi teman seperjuangan
saya di kelas pada saat kuliah. Materi yang membahas bahwa ternyata seni tidak
hanya dimiliki oleh bidang lain saja namun ternyata seni juga bisa berkaitan
dengan mengajar yang disampaikan oleh guru sebagai pengajar. Pemaparan lengkapnya
tentang materi ini adalah sebagai berikut.
Segala hal di dalam dunia ini tidak
terlepas dari seni. Seni bisa diartikan sebagai keindahan yang dirasakan oleh
jiwa manusia. Seni merupakan salah satu hal yang paling digemari dan disukai
manusia. Seni diminati oleh perempuan dan laki-laki, tua dan muda, anak-anak
dan dewasa.
Pengertian seni menurut para ahli
berbeda-beda, namun mengarah kepada esensi yang sama. Menurut Ki Hajar
Dewantara, seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan
sifat indah, sehingga menggerakkan jiwa perasaan manusia. Menurut Drs. Popo
Iskandar, seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin disampaikan kepada orang
lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok. Sedangkan menurut
I.Schopenhauer, seni adalah segala usaha unutk menciptakan bentuk-bentuk yang
menyenangkan.
Seni tidak hanya terbatas pada seni
musik, seni rupa, seni tari, ataupun seni-seni lain yang langsung berkaitan
dengan jiwa manusia. Seni juga bisa diterapkan dalam proses mengajar. Seni
dalam proses mengajar diperlukan untuk menyampaikan pelajaran dengan cara
semenarik mungkin namun tetap tidak menghilangkan efektivitas, efisiensi,
tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.
Seni mengajar tidak hanya berkaitan
dengan bagaimana guru mengajar di kelas, akan tetapi sejatinya guru mampu
berinteraksi, berkomunikasi, dan menyampaikan materi kepada anak dengan mudah,
senang, dan dapat dipahami oleh anak.
Amanda, dalam artikelnya di Kompas,
tanggal 24 Nopember 2007, menjelaskan bahwa guru menjadi perantara pengetahuan.
Guru menerjemah-kan pengetahuan menjadi sebuah paket informasi yang
menyenangkan sehingga murid mudah menyerapnya. Guru menciptakan pelajaran yang
kreatif, dengan pengetahuan menjadi sesuatu yang menarik. Mengajar bukanlah
sebuah kegiatan yang ada hubungan pasti antara subyek dan obyek. Mengajar
adalah sebuah seni dengan guru sebagai senimannya. Melalui mengajar, ia
mengekspresikan kepribadiannya, dan para murid adalah “hasil karya seni
manusia” yang sifatnya tidak statis.
Seperti dikatakan Amanda, mengajar itu
seni. Bahan yang sama, gaya berbeda, dan penampilan instruktur yang berbeda
akan memberikan hasil yang berbeda. Selain itu mengajar memerlukan hati,
semangat dan rasa cinta terhadap bahan yang diajarkan serta murid yang
dididiknya. Jika mengajar bisa menggunakan hati, maka mengajar tak akan kenal
lelah, selalu ingin berbagi dengan muridnya, ingin agar muridnya memahami, dan
menjadi lebih baik dibanding gurunya sendiri.