Pendekatan Pemecahan Masalah



Materi ini merupakan lanjutan dari materi Pendekatan Open-Ended yang juga adalah salah dua dari contoh pendekatan metodologik. Ulasan dan pemaparannya adalaha sebagai berikut.

Alfred S. Posamentier (1990) menyatakan bahwa masalah merupakan sebuah situasi yang mana ada sesuatu yang diinginkan tetapi belum tahu bagaimana cara untuk mendapatkannya. Oleh karena tidak semua soal/pertanyaan masuk ke dalam kategori masalah, maka Herman Hudojo memberikan beberapa syarat agar suatu soal/pertanyaan masuk ke dalam kategori masalah. Adapun syarat menjadi masalah menurut Herman Hudojo (2005) adalah sebagai berikut:
1.    Pertanyaan yang dihadapkan kepada siswa harus dapat dimengerti oleh siswa tersebut, namun pertanyaan ini harus merupakan tantangan baginya untuk menjawabnya.
2.    Pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab dengan prosedur rutin yang telah diketahui siswa, oleh karena itu faktor waktu untuk menyelesaikan masalah tidak dipandang sebagai hal yang penting.
National Council of Supervisor of Mathematics (NCSM) dalam Alfred S. Posamentier (1990) menyatakan bahwa pembelajaran pemecahan masalah adalah salah satu tujuan utama untuk belajar matematika. Pemecahan masalah adalah suatu proses menggunakan pengetahuan yang didapat sebelumnya ke dalam situasi yang baru dan tidak lazim.
Alfred S. Possamentier (1990) mengemukaan bahwa semua pemecahan masalah meliputi beberapa bentuk informasi dan menggunakan informasi tersebut untuk mencapai sebuah solusi. Dalam mendapatkan solusi ada 5 langkah proses pemecahan masalah menurut John Dewey dalam Possamentier yaitu:
1.    Mengenal bahwa ada sebuah masalah dan menyadari adanya kesulitan serta mengetahui arti dari sebuah kegagalan, keajaiban, dan keraguan.
2.    Mengidentifikasi masalah dengan melakukan klarifikasi terhadap masalah, memberi tanda dari sasaran yang sudah terlihat, serta penegasan terhadap situasi yang merupakan masalah.
3.    Menggunakan pengalaman sebelumnya seperti informasi yang relevan, bentuk-bentuk penyelesaian, atau ide-ide untuk merumuskan hipotesis dan saran-saran pemecahan masalah.
4.    Menguji keberhasilan, hipotesis atau solusi yang mungkin. Jika perlu mengulang perumusan masalah kembali.
5.    Melakukan evaluasi terhadap solusi dan kesimpulan disertai fakta.
Menurut Rahmadi Widiharto (2004), pendekatan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya yaitu:
1.    Siswa lebih terlatih dalam problem solving skill.
2.    Mendorong siswa untuk berpikir alternatif.
3.    Melatih keruntutan berpikir logis siswa.
Sedangkan kekurangan dari pendekatan ini yaitu:
1.      Kadang siswa belum menyadari akan adanya masalah.
2.      Siswa sering mengalami kebingungan strategi atau kiat mana yang akan digunakan.
Syaiful Bahri Djamarah (2002) juga mengemukakan kelebihan dan kekurangan dari pendekatan pemecahan masalah. Kelebihan pendekatan masalah menurut Djamarah adalah sebagai berikut:
1.    Pembelajaran melalui pendekatan pemecahan masalah dapat membiasakan siswa untuk menyelesaikan masalah dengan terampil, baik dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.
2.    Pembelajaran melalui pendekatan masalah merangsang perkembangan kemampuan berpikir secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya siswa banyak menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencari penyelesaian.
Sedangkan kekurangan dari pendekatan pemecahan masalah menurut Djamarah adalah sebagai berikut:
1.      Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya relevan dengan tingkat berpikir sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
2.      Pembelajaran dengan pendekatan ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
3.      Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir menyelesaikan permasalahan sendiri atau kelompok yang kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar kesulitan tersendiri bagi siswa.

Demikian pemaparan bahasan tentang Pendekatan Pemecahan Masalah di atas. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan guru, mahasiswa dan siswa. aamiin. Terima kasih. :)

Related Posts: