Tinggi
rendahnya kadar kegiatan belajar banyak dipengaruhi oleh modul mengajar yang
digunakan oleh guru. Ada beberapa pendapat mengenai model mengajar. Richard
Anderson, mengajukan dua model, yaitu model mengajar yang berorientasi kepada
gutru yang disebut teacher centered dan
model yang berorientasi kepada siswa yang disebut student centered model pertama disebut tipe otokratis dan model
kedua disebut tipe demokratis. Pendapat kedua dikemukakan oleh Massialas, yang
mengemukakan dua pendekatan, yaitu pendekatan ekpositeri dan pendekatan inquiry.
Kedua pendapat diatas pada hakikatnya sama, hanya istilah saja yang
berbeda.
Peran
guru sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran.
Oleh sebab itu guru hendaknya melakukan hal-hal berikut.
a.
memiliki referensi materi pelajaran yang
banyak,
b.
menunjukan referensi buku yang dapat
dipelajari siswa,
c.
memetakan materi pelajaran, dengan
menentukan materi inti dan materi tambahan.
Sosialisasi KTSP sebagai
pengelola kelas dan pembelajaran yaitu kegiatan yang dilaksanakan guru untuk
menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta mengembalikan
kondisi belajar yang terganggu.
Guru sebagai
fasilitator/mediator pembelajaran seharusnya banyak melibatkan peserta didik,
agar mereka mampu sebanyak mungkin bereksplorasi untuk membentuk kompotensi
dengan menggali berbagai potensi, dan kebenaran secara ilmiah adalah:
a.
Tidak berlebihan mempertahankan
pendapatnya,
b.
Dapat lebih mendengarkan siswa, terutama
tentang aspirasi dan perasaanya,
c.
Mau dan mampu menerima ide siswa yang
inovatif dan kreatif,
d.
Lebih memperhatikan hubungan dengan
siswa,
e.
Toleran menerima kesalahan yang
diperbuat oleh siswa dalam proses pembelajaran,
f.
Menghargai prestasi siswa Sosialisasi
KTSP.
Guru sebagai pembimbing siswa
adalah pribadi yang unik, oleh sebab itu guru harus mampu membimbing siswa
dengan berbagai keunikan yang dimiliki oleh siswa adalah:
a.
Guru harus memiliki pemahaman tentang
anak yang dibimbingnya,
b.
Guru harus memahami dan terampil dalam
merencanakan tentang tujuan dan kompetensi yang hendak dicapai, maupun
merencanakan proses pembelajaranSosialisasi KTSP.
Guru sebagai Motivator
a.
Memperjelas tujuan yang ingin dicapai,
b.
Membangkitkan minat siswa,
c.
Menciptakan suasana yang menyenangkan
dalam belajar,
d.
Memberi pujian yang wajar terhadap
setiap keberhasilan siswa,
e.
Berikan penilaian,
f.
Berilah komentar terhadap hasil belajar
siswa,
g.
Ciptakan persaingan dan
kerjasamaSosialisasi KTSP.
Guru sebagai
demontrator. Peran guru sebagai
demontrator adalah peran untuk mempertunjukan kepada siswa segala sesuatu yang
dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang
disampaikan
Guru sebagai evaluator.
a.
Evaluasi untuk menentukan keberhasilan
siswa,
b.
Evaluasi untuk menentukan keberhasilan
guruSosialisasi KTSP.