Perencanaan dalam Pengajaran Matematika



Saat ini, masih ada guru yang mengajar hanya menggunakan metodologi lama atau tradisional, seperti mengajar dengan berceramah, cerita, dan tanya jawab. Seiring dengan perkembangan zaman, metode tersebut sudah kurang cocok dipakai. Metode tersebut harus dikombinasikan dengan metode yang lain. Apalagi menurut survei, murid hanya mampu menyerap 20 persen materi yang disampaikan dengan metode mengajar dengan cerita. Sisanya yaitu 80 persen, mampu diserap dengan metode visualisasi, gerak dan emosi.
Dalam ilmu pendidikan, dikenal konsep belajar PAKEM, yakni pengajaran aktif, interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Implementasi-nya, adalah pertama, guru harus memahami tentang psikologi anak. Baik ketika akan mengajar, sedang mengajar, dan di akhir pengajaran. Pada tahap awal, seorang guru dituntut menyatukan persepsi agar anak sudah siap untuk belajar. Pada tahap akhir pengajaran, guru sebaiknya memberikan apresiasi, sejauh mana anak memahami materi yang telah disampaikan. Bisa dengan tanya jawab, demonstrasi, presentasi, ataupun sosiodrama sebagai penutup kegiatan.
Kedua, guru harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Untuk menumbuhkan kreativitas, maka guru dibekali dengan persiapan mengajar dan membuat agenda pengajaran terlebih dahulu. Terkadang persiapan sebelum mengajar dan ketika mengajar berubah. Ketiga, gunakan metode belajar yang sesuai dan tepat dengan kebutuhan anak.
Mengingat pentingnya proses belajar bagi murid dan proses mengajar bagi guru, perencanaan mutlak harus ada dan dipersiapkan. Tanpa perencanaan, pelaksanaan pembelajaran akan mengalami kesulitan atau bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Peran penting perencanaan pengajaran dapat terlihat ketika mengamati keadaan yang mungkin terjadi ketika diterapkannya perencanaan pengajaran oleh guru atau sebaliknya. Kemungkinan yang akan terjadi dalam proses belajar mengajar ketika seorang guru melakukan perencanaan pengajaran dengan benar, di antaranya:
1.       Guru akan mempunyai tujuan pembelajaran yang jelas,
2.       Guru akan menguasai materi,
3.       Guru akan mempunyai metode,
4.       Guru akan memiliki pemilihan media yang tepat,
5.       Guru akan memiliki standar jelas dalam memberikan evaluasi kepada murid.
Begitu pula dalam proses mengajar matematika, diperlukan perencanaan yang matang. Khususnya dalam perencanaan seni pengajaran. Terlihat dari fakta, bahwa mengajarkan matematika dibutuhkan rasa seni yang tinggi agar murid tertarik dan mau mempelajarinya. Dengan demikian, perencanaan seni pengajaran matematika sangat urgen dan mutlak diperlukan sehingga mampu mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan.

Related Posts: