5 Fungsi Manajemen




Berdasarkan beberapa pembagian fungsi manajemen menurut Siagian (1983) ialah terbagi menjadi 5, yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), motivating (penggerakan), controlling (pengawasan), evaluation (penilaian). Ulasan lengkapnya adlaha sebagai berikut.
1.    Perencanaan (planning)
Yehezkel Dror dalam Sudjana (2000) mengemukakan: “Planning is the process of preparing a set of decision for action in the future directed as achieving goals by preferable means”. Definisi tersebut mengandung arti bahwa perencanaan merupakan suatu proses untuk mempersiapkan seperangkat keputusan tentang kegiatan-kegiatan pada masa yang akan datang dengan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan melalui penggunaan sarana yang tersedia. Perencanaan bukanlah kegiatan tersendiri, melainkan merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan itu dimulai dengan perumusan tujuan, kebijaksanaan, dan sasaran luas yang kemudian berkembang pada tahapan tujuan dan kebijaksanaan dalam rencana yang lebih rinci berbentuk program-program untuk dilaksanakan (Schaffer, 1970).
Secara umum, perencanaan meliputi 3 jenis, yaitu:
a.       Perencanaan alokatif (allocative planning).
b.      Perencanaan inovatif (innovative planning)
c.       Perencanaan strategi (strategic planning)
2.    Pengorganisasian (Organizing)
Flippo dan Musinger (1975) mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah kegiatan merancang dan menetapkan komponen pelaksanaan suatu proses kegiatan yang terdiri atas tenaga manusia, fungsi dan fasilitas. Sedangkan Hersey (1982) mendefinisikan pengorganisasian sebagai kegiatan memadukan sumber-sumber yaitu manusia, modal dan fasilitas serta menggunakan sumber-sumber itu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, pengorganisasian inovasi pendidikan adalah usaha untuk mengintegrasikan sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan dalam satu kesatuan untuk menjalankan kegiatan sebagaimana direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3.    Penggerakan (Motivating)
Penggerakan menurut Siagian (1982) adalah keseluruhan proses pemberian motivasi bekerja kapada bawahan sedemikian rupa sehingga mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Sedangkan Hersey dan Blanchard (1982) mendefinisikan penggerakan sebagai kegiatan untuk menumbuhkan situasi yang secara langsung dapat mengarahkan dorongan-dorongan yang ada dalam diri seseorang atau sekelompok orang kepada kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
4.    Pengawasan (controlling)
Pengawasan (controlling) menurut Longenecher (1973) adalah aktivis yang berkaitan dengan kegiatan penilikan, yang sedang berlangsung, peraturan-peraturan yang sedang dan harus dilaksanakan oleh setiap orang yang terlibat dalam organisasi, kelemahan-kelemahan pelaksanaan, dan cara-cara yang digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Sedangkan Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1985) menegaskan bahwa pengawasan adalah upaya memperbaiki kegiatan untuk memelihara agar pelaksanaan dan hasil kegiatan yang dicapai sesuai dengan rencana.
Pengawasan dilakukan untuk mengetahui kecocokan dan ketepatan kegiatan yang dilaksanakan dengan rencana yang telah disusun. Selain itu, pengawasan dimaksudkan untuk memperbaiki kegiatan yang menyimpang dari rencana, mengoreksi penyalahgunaan aturan dan sumber-sumber, serta untuk mengupayakan agar tujuan dapat dicapai seefektif dan seefisien mungkin. Pengawasan dilaksanakan terhadap sebagian atau seluruh unsur yang terlibat dalm organisasi. Tanpa pengawasan yang teratur, maka pengelola tidak akan dapat mengetahui dengan pasti tentang daya guna dan hasil guna suatu kegiatan dalam mengimplementasikan rencana (Sudjana, 2000).
5.    Penilaian (Evaluation)
Paul (1976) memberi arti bahwa “evaluation is the systematic process of judging the worth, desirability, effectiveness, or adequacy of something according to definitive criteria and purposes”. Dalam pengertian ini dikemukakan bahwa penilaian adalah proses penetapan secara sistematis tentang nilai, tujuan, efektifitas, atau kecocokan sesuatu sesuai dengan efektifitas dan tujuan yang telah ditetapkan.
Sedangkan Worthen dan Sanders (1973) memberi definisi “Evaluation as process
 of identifying and collecting information to assist decision makers in closing among available decision alternatives”. Pengertian ini menjelaskan bahwa penilaian merupakan proses mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi untuk membantu para pengambil keputusan dalam memilih alternatif keputusan.

Itulah ulasan tentang 5 fungsi dari manajemen menurut Siagian. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan guru maupun mahasiswa. Terima kasih.

Referensi:
http://inopend3.wordpress.com

Related Posts: