Seni Pengajaran Matematika 2


2.   Gunakan Topik-Topik Sejarah
Banyak sekali murid yang berpikir bahwa pelajaran matematika sebagai sesuatu yang membosankan, dan mereka menggambarkan matematikawan sebagai pertapa yang menghabiskan hidupnya terkubur dalam segunung angka-angka. Satu cara menarik untuk menghidupkan matematika adalah dengan menggunakan artikel-artikel sejarah untuk membantu mewujudkan bahwa matematikawan adalah manusia biasa, punya kelemahan dan punya keinginan.
a.   Anekdot Tentang Matematikawan
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya (Kamus Bahasa Indonesia). Anekdot tentang matematikawan jarang didengar oleh murid, sehingga akan menjadi topik yang menarik.
1). Carl Gauss
Carl Friedrich Gauss adalah salah satu di antara tiga matematikawan termashur sepanjang masa bersama Archimides dan Newton. Ia lahir pada 30 April 1777 dan meninggal pada tahun 1855. Gauss mendapat kehormatan dengan dicetaknya gambar dirinya pada perangko dan koin negara asalnya, Jerman.
Semasa mudanya, Gauss adalah seorang pemuda yang cepat dewasa dan punya bakat matematika. Guru sekolah dasarnya meminta Gauss menulis bilangan dari 1 sampai 100 dan memintanya menghitung jumlahnya. Dengan cepat Gauss memberi jawaban 5.050. ia bisa menjawab secepat itu dengan menghitung di luar kepala, mengikuti pola berikut ini.
       1  +  2  + 3 + ……………………...+ 98  +  99  + 100
Karena ada 50 pasang bilangan, masing-masing dengan jumlah 101, maka jumlah totalnya adalah 50 x 101 = 5.050. Sekarang rumus Gauss tersebut digunakan untuk menghitung jumlah n bilangan asli pertama.
S =  n (n + 1)
2
2). Pierre Fermat
Pierre de Fermat (1601-1665) mengklaim bahwa tidak ada bilangan bulat x, y dan z yang memenuhi:
xn + yn = zn, untuk n > 2
Fermat mengklaim bahwa ia telah menemukan buktinya tetapi tidak dimuat dalam bukunya.
Banyak matematikawan di abad-abad berikutnya berusaha membuktikan teorema dari Fermat namun tidak berhasil. Di awal tahun 1900-an seorang professor matematika di Darmstadt, Jerman, Paul Wolfskehl, telah meluangkan banyak waktu untuk membuktikan teorema terakhir dari Fermat, namun tidak berhasil. Ia juga kecewa dalam menjalin cinta dan merencanakan untuk bunuh diri. Sebagai seorang metodis, ia menulis catatan tentang rencana bunuh dirinya yang memuat tanggal dan jamnya. Menjelang saat yang ditentukan untuk bunuh diri, ia gunakan waktu terakhirnya untuk melihat lagi Teorema Fermat.
Diceritakan bahwa ia menjadi sedemikian tertarik lagi pada Teorema Fermat sehingga waktu yang ia tetapkan untuk bunuh diri terlewat begitu saja, kemudian ia merobek catatannya dan memulai hidup dengan semangat. Wolfskehl akhirnya meninggal dunia pada tahun 1908. Ia meninggalkan surat wasiat yang isinya adalah bahwa ia menyediakan 100.000 mark kepada orang pertama yang bisa membuktikan Teorema Fermat.
Anekdot ini bisa dipakai sebagai bahan pendahuluan yang menarik sebelum mempelajari teorema Pythagoras.
3). Lorenzo Mascheroni
Lorenzo Mascheroni (1750-1800) membuktikan bahwa semua konstruksi dari Euclid dapat dibuat hanya dengan satu jangka. (Telah dikenal bahwa dua buah titik menentukan sebuah garis lurus, tetapi garisnya tidak bisa digambar.) Lorenzo Mascheroni bertemu Napoleon ketika menaklukkan Italia, dan ditantang untuk menunjukkan bagaimana sebuah lingkaran dapat dibagi menjadi empat bagian yang sama hanya dengan menggunakan jangka. Cerita ini merupakan sesuatu yang bagus untuk dimasukkan ke dalam pelajaran geometri ketika membahas tentang konstruksi.
b.      Menggunakan Internet
Banyak sumber di internet yang bisa dimanfaatkan guru dan murid untuk mencari berbagai topik. Misalnya ada situs (website) yang hampir setiap hari diperbaharui, yang menyediakan informasi tentang bilangan prima terbesar yang saat ini diketahui. Kini ada sukarelawan di seluruh dunia yang tergabung dalam Great Internet Mersenne Prime Search (GIMPS) yang dapat dilihat di situs:
www.mersenne.org/prime.htm.
Bilangan berbentuk dengan n bilangan asli, dinamakan bilangan Mersenne dan dinamakan bilangan prima Mersenne bila 2n -1 adalah bilangan prima.
Tanggal lahir para matematikawan terkenal juga dapat digunakan untuk memotivasi diskusi tentang hidup dan karyanya, dan sering dapat dikaitkan dengan materi pelajaran. Dengan menggunakan internet, maka murid akan menemukan tanggal lahir para matematikawan. Salah satu situs yang dapat digunakan adalah:
www.yahoo.com/science/mathematics/history
Berikut ini adalah daftar beberapa matematikan terkenal dan tanggal lahirnya:
·         3 Januari          : Sonya Kovalevsky (1850-1891)
·         23 Januari        : Davis Hilbert (1862-1943)
·         19 Februari      : Nicolaus Copernicus (1473-1543)
·         14 Maret          : Albert Enstein (1879-1955)
·         15 April           : Leonhard Euler (1707-1783)
·         30 April           : Carl Friedrich Gauss (1777-1855)
·         16 Mei             : Maria Gaetana Agnesi (1718-1799)
·         19 Juni             : Blaise Pascal (1623-1662)
·         1 Juli                : Gottfried Leibniz (1646-1716)
·         20 Agustus      : Pierre de Fermat (1601-1665)
·         17 September  : Bernhard Riemann (1826-1866)
·         25 Oktober      : Evariste Galois (1811-1832)
·         17 Nopember  : August Mobius (1790-1868)
·         25 Desember   : Isaac Newton (1642-1727)
 c.   Pandangan Para Ahli
Pandangan dari beberapa matematikawan terkenal dapat di dalam kelas untuk digunakan sebagai bahan diskusi, penelitian, dan menyelesaikajn tugas. Misalnya pada tahun 387 SM Plato, seorang filosof Yunani, mendirikan akademi terkenal di Athena untuk memenuhi keperluan filosofi dan ilmu pengetahuan. Di atas pintunya tertulis semboyan:
“Jangan biarkan orang yang tidak tahu geometri masuk ke sini.”
Berikut ini beberapa kutipan pandangan dari para ahli lain, misalnya:
·         “Matematika adalah ratu dari ilmu pengetahuan dan aritmatika adalah ratu dari matematika.” (Carl Friedrich Gauss)
·         “Tuhan menciptakan bilangan asli, yang lainnya buatan manusia.” (Leopoll Knonecker)
·         “Sediakan aku tempat untuk berdiri dan sebuah tuas yang panjang dan saya akan memindahkan bumi.” (Archimides)
·         “Bilangan mengatur alam semesta.” (Pythagoras)
·         “Tak ada jalan yang mudah untuk geometri.” (Albert Enstein)
·         “Satu hal yang saya tahu adalah tak tahu apa-apa.” (Socrates)
·         “Matematika adalah satu-satunya aktivitas manusia yang tanpa batas.” (Paul Erdos)

Related Posts: