Sebagaimana
kita lihat bahwa rentang usia TK (4 – 6 th) disebut dengan masa usia dini, yang
merupakan masa keemasan bagi manusia karena masa inilah seluruh informasi dapat
diserap dengan mudah dan cepat oleh anak melalui seluruh panca indranya.
Sebagai analoginya bahwa anak ibarat spons (karet busa) yang mampu menyerap air
tanpa peduli apakah air itu bersih atau kotor, oleh karena itu masa ini sering
disebut dengan masa kritis untuk memperkenalkan dan menanamkan segala hal yang
positif dan berguna bagi perkembangan anak dimasa selanjutnya.
Dengan
pesatnya perkembangan pada seluruh aspek yang disebabkan oleh perkembangan
otaknya yang dapat mencapai 90% dari otak orang dewasa. Oleh karena itu tugas
utama dari seorang guru disekolah untuk menyediakan berbagai pengalaman belajar
yang menentang anak untuk terus bereksplorasi. Pendekatan pembelajaran terpadu
dinilai sesuai untuk digunakan pada anak usia TK karena karakteristik usia TK
adalah senang bermain dan dengan bermain mereka belajar. Dengan pembelajaran
terpadu anak diajak untuk bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain.
Disini peranan guru sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan atau
tercapainya tujuan sesuai dengan yang ditetapkan.
Pada hakikatnya anak itu unik, mengekspresikan perilakunya secara
relatif spontan, bersifat aktif dan energik, egosentris, memiliki rasa ingin
tahu yang kuat, antusias terhadap banyak hal, bersifat eksploratif dan berjiwa
petualang, kaya dengan fantasi, mudah frustrasi, dan memiliki daya perhatian
yang pendek. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial.
Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi
kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk
membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. Baik Kurikulum TK 1994 maupun
Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang
dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan
perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar.
Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran
yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar),
pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi
kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat.
Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak