Sekedar
pemberitahuan untuk rekan-rekan, artikel ini saya ambil dari salah satu
pengguna jejaring sosial atau fb yang diposting pada bulan agustus lalu.
Artikel ini sangat menarik bagi saya, karena jujur saya baru mengenal teknik
apung ini untuk menyelamatkan diri dari bencana tsunami, kapal tenggelam, dll.
Teknik ini juga ternyata sudah dipakai dan diterapkan oleh sebagian sekolah-sekolah
tingkat dasar di Jepang maupun negara-negara lainnya.
Langsung aja yeh, berikut ulasan mengenai pentingnya
Teknik UITEMATE yang sudah banyak menyelamatkan bnyak nyawa ini. Monggoooo..... :D
Bagi Anda yang tidak bisa berenang, melakukan
aktivitas yang sesungguhnya yang berhubungan dengan air yang dalam pasti selalu
dihantui kekhawatiran. Jatuh ke dalam sungai atau laut tanpa memiliki kemampuan
berenang akan menjadi mimpi buruk. Banyak kasus orang yang harus kehilangan
nyawa karena tenggelam akibat tidak mampu berenang atau kelelahan.
Tapi tahukah Anda, data korban tenggelam yang tewas atau hilang di Jepang memiliki statistik yang agak aneh terkait usia korban. Menurut survei, sebanyak 803 orang tewas atau hilang tenggelam pada 2013. Lebih dari 47% berusia lebih dari 65 tahun, sementara sisanya kebanyakan berkisar antara usia lulus SMA hingga 65 tahun. Sedangkan anak-anak di bawah usia sekolah dasar hanya berjumlah 44 orang.
Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi
Nagaoka meyakini rendahnya korban usia anak disebabkan karena banyak anak SD
yang telah mengikuti pelatihan “Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan
Menunggu” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”.
Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif.
Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan
karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang
dipermukaan dengan kondisi tersebut.
Pada 2008, di Kobe 5 orang tenggelam di sungai Toga
ketika hujan badai, seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup
dengan cara memeluk tas ranselnya. Para ahli megatakan, seseorang dapat dengan
mudah mengapung dipermukaan air seperti layaknya Berang-berang, dengan hanya
memegang sesuatu seperti botol plastik kosong.
Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang
dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat
dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate. Saat gempa terjadi, mereka
dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air
tsunami yang masuk kedalam gedung dan air makin lama makin meninggi.
Ketika bencana berlalu, para relawan dibuat takjub
saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yang tewas
tenggelam. Seorang guru mengatakan mereka selamat karena menggunakan teknik
Uitemate untuk mengapung. Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat
pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di
Jepang. Profesor Hidetoshi Saito adalah orang yang mencetuskan ide ini. Ia
mendapatkan ilham ketika melihat daun yang mengapung di air.
Saat seseorang jatuh ke dalam air, reaksi spontan
adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang. Dengan
spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta
tolong, tangan yang mengarah ke atas sebenarnya malah akan membuat korban
menjadi semakin mudah tenggelam. Menurut Prof. Saito, tindakan ini salah. Yang
harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung memakai teknik Uitemate
dan tunggulah hingga bantuan datang. Saat ini teknik Uitemategencar di
kampanyekan ke seluruh Dunia, terutama wilayah Asia Tenggara termasuk
Indonesia. Dalam satu setangah tahun, 40-instruktur telah dilatih dan 10.000
orang di Sri Lanka telah mendapatkan pelatihan Uitemate.
Berikut Teknik
Uitemate yang dapat kita praktikan dikutip dari duniaberbicara.com:
Untuk belajar
teknik ini, berikut tips-tips yang bisa untuk Anda lakukan.
1. Tenang dan
santai, apabila Anda telah terjun ke dalam air, hal yang pertama perlu untuk
dilakukan adalah bersikap tenang. Jangan panik, panik hanya akan membuat Anda
semakin tenggelam.
2. Rentangkan
tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil
merentangkan tangan dan kaki. Kurangi gerakan-gerakan yang bisa membahayakan
diri Anda.
3. Pandangan
menatap ke atas, untuk melancarkan sistem pernafasan Anda, hal yang dilakukan
pada teknik satu ini adalah wajah dan pandangan mata menatap ke atas kemudian
bernafas seperti biasa.
4. Teknik jika
memakai sepatu, biarkan sepatu Anda terpasang, berat sepatu tersebut akan bisa
membantu mengapung.
5. Botol kosong,
jika ada botol kosong di dekat Anda gunakan botol kosong tersebut untuk didekap
pada ata dada Anda, hal ini akan semakin membantu proses mengapung.
Itulah hal-hal
mengenai Teknik Uitemate yang ternyata sudah banyak menyelamatkan banyak nyawa
manusia. Re-posting ini semoga bermanfaat. Dan tentu ini bisa kita terapkan
baik itu di rumah maupun di sekolah. Terima Kasih… :)

