Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat membawa paradigma
baru dalam pendidikan dari berbagai aspek, antara lain perubahan dari
pembelajaran tradisional ke pembelajaran baru, dari teacher centered ke learner
centered, sampai pada perubahan information delivery ke information
exchange. Perkembangan tersebut
juga telah menghasilkan produk-produk TIK yang lebih canggih yang kalau
dimanfaatkan seoptimal mungkin, ia dapat membawa nuansa dan perspektif baru
dalam dunia pendidikan yang pada gilirannya akan dapat mengakselerasi
peningkatan mutu pendidikan. Selain dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan
administratif, produk TIK telah banyak digunakan untuk membantu proses
pembelajaran, khususnya di negara-negara maju dan negara tetangga seperti
Singapura dan Malaysia.
Banyak yang telah
mengklaim bahwa perangkat komputer multimedia berikut piranti lunaknya sebagai
salah satu produk TIK menjanjikan kegiatan yang cukup interaktif dan
menyenangkan bagi peserta didik karena alat tersebut tidak hanya mampu
menampilkan teks, tapi juga gambar, suara, grafik, animasi, dan rekaman video. Bahkan dengan
koneksi di internet, interaksi dapat menjadi nyata yang tentunya membawa
pengalaman nyata pula bagi peserta didik. Interaksi lewat internet tersebut
dapat bersifat sinkronos atau asinkronos. Pemanfaatan teknologi informasi ini
dalam pembelajaran dikenal dengan istilah e-learning, baik dalam bentuk dedicated
program, maupun dalam bentuk LMS (Learning
Management System) yang menawarkan interaksi yang dinamis antara guru dan
siswa.
Fasilitas pembelajaran
elektronik lainnya yang dikembangkan di Indonesia adalah TV Edukasi, yang
menampilkan berbagai topik pembelajaran dari berbagai mata pelajaran dengan
modus penyampaian yang bervariasi. Banyaknya CD pembelajaran yang dapat
ditemukan di pasaran atau didistribusikan ke sekolah-sekolah juga menjadi
peluang tersendiri yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah dalam menunjang proses
pembelajaran yang lebih baik. Sayangnya, meskipun disadari bahwa TIK dapat
membantu mempercepat proses pendidikan dan berpotentsi meningkatkan mutu
pendidikan, pemanfaatannya belum meluas dan merata di sekolah-sekolah.
Penggunaan
perangkat TIK dalam proses pembelajaran di atas adalah bentuk integrasi TIK
dengan sistem pembelajaran. UNESCO (2004) mengklaim bahwa integrasi kurikulum
adalah pemanfaatan kemampuan TIK untuk memberikan nilai tambah pada proses
pembelajaran dengan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan berbasis TIK ke dalam
kurikulum. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi antara lain: (i) menggunkan
paket perangkat lunak generik (paket aplikasi office, grafik, dan
presentasi), (ii) menggunakan perangkat lunak khusus untuk pembelajaran
interaktif, simulasi, dan penguasaan konten; (iii) menggunakan alat komunikasi
sinkronos dan asinkronos untuk kolaborasi online dan pertukaran
informasi (email, web forum, instant
messaging, audio- dan videoconferencing),
dan (iv) menggunakan internet sebagai sumber informasi dan penelitian. Dalam
model integrasi kurikulum, keterampilan TIK tidak diajarkan sebagai kegiatan
terpisah, tapi didapatkan seiring dengan kegiatan pembelajaran berbasis TIK.
Uraian
di atas mengisyaratkan perlunya ada upaya yang sungguh-sungguh untuk mendorong
pemanfaatan TIK dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Suatu
hal yang menggembirakan bahwa secara kebijakan Departemen Pendidikan Nasional
Republik Indonesia melalui Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional
tahun 2005-2009 telah menyuratkan pengembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang dilakukan melalui pendayagunaan TIK di bidang pendidikan
sebagaimana diuraikan pada bagian pendahuluan di atas.
Bagi
guru-guru, yang paling penting adalah sikap positif dan keinginan untuk
memiliki kemampuan TIK
yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Tindak
lanjut nyata yang dapat dilakukan guru-guru adalah menggunakan perangkat TIK
sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, peserta didik akan
merasa terfasilitasi dan betah melaksanakan kegiatan belajar di sekolah.
Dalam KTSP, TIK
juga diperlakukan sebagai substansi pembelajaran dalam bentuk mata pelajaran
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Mata pelajaran TIK dapat membantu siswa
untuk mengenal, menggunakan, merawat peralatan teknologi informasi dan
teknologi komunikasi, serta menggunakan segala potensi yang ada untuk
pengembangan kemampuan diri. Selain itu, penguasaan Teknologi Informasi dan
Komunikasi akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran pada semua tingkatan
atau jenjang, dengan menjangkau lintas ilmu mata pelajaran lain. Pembelajaran
Teknologi Informasi dan Komunikasi akan memberikan motivasi dan kesenangan
kepada siswa supaya siswa lebih mudah belajar dan bekerja secara mandiri.
Dengan demikian, Teknologi Informasi dan Komunikasi secara umum bertujuan agar
siswa memahami alat Teknologi Informasi dan Komunikasi termasuk komputer (computer literate) dan memahami
informasi (information literate).
Artinya siswa mengenal istilah-istilah yang digunakan pada Teknologi Informasi
dan Komunikasi dan khususnya pada komputer yang umum digunakan. Siswa juga
menyadari keunggulan dan keterbatasan komputer, serta dapat menggunakan
komputer secara optimal. Di samping itu siswa dapat memahami bagaimana dan
dimana informasi dapat diperoleh, bagaimana cara mengemas/mengolah informasi
dan bagaimana cara mengkomunikasikannya.
