Pengembangan Profesional Guru


Mencari guru yang ideal memang sulit ditemukan, namun kita bisa menerka profilnya. Guru idaman merupakan produk dari keseimbangan (balance) antara aspek keguruan dan disiplin ilmu. profesionalisme keguruan bukan hanya memproduksi siswa menjadi pintar dan skilled, tetapi bagaimana mengembangkan potensi -potensi yang dimiliki siswa menjadi aktual di sinilah kepribadian guru diidamkan. Melihat mulia dan agungnya profesi guru menyaratkan untuk senantiasa mengembangkan profesionalitas yang dimilikinya melalui proses pembelajaran yang tak kenal waktu (long life education) sehinga dengan demikian, guru diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang optimal pada siswa. Di sini lahirlah paradigma bahwa kelas bukanlah sarana bagi guru melakukan pertunjukan kemampuan keilmuannya, melainkan sarana untuk belajar siswa. Paradigma demikian menyarankan guru untuk memberikan siswa kesempatan untuk belajar seluas -luasnya dan peer teaching teman sebaya supaya mereka bisa saling mengisi satu sama lain.
Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.
1.      Pengembangan Sikap Selama Prajabatan
Dalam Pendidikan prajabatan,calon guru di didik dalam berbagai pengetahuan,sikap,dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya,karena tugasnya yang bersifat unik,guru selalu menjadi panutan bagi siswanya dan bagi masyarakat sekelilingnya.
2.      Pengembangan Sikap Selama Dalam Jabatan
Pengembangan sikap profesional tidak berhenti apabila calon guru selesai mendapatkan pendidikan prajabatan.Seperti telah di sebut peningkatan dapat di lakukan dengan cara formal melalui kegiatan mengikuti penataran, lokakarya, seminar atau kegiatan ilmiah lainnya, ataupun informal melalui media massa seperti televisi, radio, koran, dan majalah maupun media publikasi lainnya. Kegiatan ini selain dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus dapat juga meningkatkan sikap profesional guru.
Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai he does his job well. Artinya, guru haruslah orang yang memiliki insting pendidik, paling tidak mengerti dan memahami peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. Dengan integritas barulah, sang guru menjadi teladan atau role model.

Related Posts: