Klasifikasi dan Langkah-Langkah Identifikasi Kemampuan Awal Pebelajar



1.    Klasifikasi Jenis Kemampuan Awal Pebelajar
Jenis kemampuan awal dapat di klasifikasikan menjadi 3 yaitu:
a.               Pengetahuan yang akan di ajarkan,
b.              Pengetahuan yang berada di luar pengetahuan yang akan di bicarakan,
c.               Pengetahuan mengenai ketrampilan generic (generic skills).
Klasifikasi pertama, yang berkaitan dengan pengetahuan yang akan diajarkan, meliputi pengetahuan yang lebih tinggi, pengetahuan setingkat, pengetahuan lebih rendah, dan pengetahuan pengalaman. Klasifikasi kedua, yang berkaitan dengan pengetahuan yang berjadi luar pengetahuan yang dibicarakan, meliputi pengetahuan bermakna tak terorganisasi dan pengetahuan analogis. Klasifikasi ketiga, yang berkaitan dengan pengetahuan tentang keterampilan generik adalah strategi kognitif.
Bila dilihat dari tingkat penguasaannya kemampuan awal bisa diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:
a.       Kemampuan awal siap pakai, mengacu pada kemampuan yang manapun dari ketujuh kemapuan awal yang diidentifikasi oleh Reigeluth, yang benar-benar telah dikuasai oleh siswa (yaitu pengetahuan yang telah menjadi miliknya), dan dapat digunakan kapan saja dan dalam situasi apapun.
b.      Kemampuan awal siap ulang, mengacu kepada kemampuan-kemampuan awal yang manapun dari ketujuh kemampuan awal yang diidentifikasi Reigeluth yang sudah pernah dipelajari siswa, namun belum dikuasai sepenuhnya atau belum siap digunakan ketika diperlukan. Karena belum menjadi miliknya, maka siswa masih sangat tergantung pada adanya sumber-sumber yang sesuai (biasanya buku teks) untuk dapat menggunakan kemampuan ini.
c.       Kemampuan awal pengenalan, mengacu pada kemampuan-kemampuan awal yang manapun dari ketujuh kemampuan awal yang diidentifikasi Reigeluth yang baru dikenal. Mungkin karena baru pertama kali dipelajari oleh siswa sehingga perlu diulangi beberapa kali agar menjadi siap guna. Kemampuan ini masih belum dikuasai dan masih sangat tergantung pada tersedianya sumber-sumber, juga sering kali memang belum dikuasai.

2.    Langkah-langkah Identifikasi Kemampuan Awal Pebelajar
Ada tiga langkah yang perlu dilakukan dalam menganalisis kemampuanawal siswa. Langkah-lagkah itu adalah:
1.              Melakukan pengamatan (observation) kepada siswa secara perorangan.
Pengamatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan awal yang digunakan untuk mengetahui konsep-konsep, prosedur-prosedur, atau prinsip-prinsip yang telah dikuasai oleh siswa yang terkait dengan konsep, prosedur, atau prinsip, yang akan diajarkan. Wawancara atau angket dapat digunakan untuk menggali informasi mengenai kemampuan awal yang lain, seperti pengetahuan yang tidak terorganisasi, pengetahuan pengalaman, pengetahuan analogi, dan strategi kognitif.
2.              Tabulasi karakteristik pribadi siswa. Hasil pengemasan yang dilakukan pada langkah pertama ditabulasi untuk mendapatkan klasifikasi dan rinciannya. Hasil tabulasi akan digunakan untuk daftar klasifikasi karakteristik menonjol yang perlu diperhatikan dalam menetapkan strategi pengelolaan.
3.              Pembuatan daftar strategi karakteristik siswa. Daftar ini perlu dibuat sebagai dasar menentukan strategi pengelolaan pembelajaran. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan daftar ini adalah daftar harus disesuiakan dengan kemajuan-kemajuan belajar yang dicapai siswa secara pribadi. Ada beberapa macam instrumen yang bisa digunakan untuk memperoleh data tentang karakteristik siswa, meliputi: observasi, wawancara, angket, daftar pertanyaan, dan melakukan tes.

Related Posts: