Pembahasan kali ini adalah teori tentang delapan
jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Toeri ini dijadikan metode
pembelajaran yang merupakan salah
satu metode alternatif untuk mencairkan kebuntuan proses pembelajaran baik di sektor
formal maupun informal.
Multiple Intelligences
berasal dari dua suku kata, multiple dan intelligence. Secara
bahasa, multiple biasa diartikan ganda, majemuk dan beragam. Intelligence
berarti kecerdasan atau inteligensi. Intelligences, secara terminologi
–merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia- berarti sempurna perkembangan akal
budinya, pandai dan tajam pikirannya. Selain itu cerdas dapat pula berarti
sempurna pertumbuhan tubuhnya seperti sehat dan kuat fisiknya.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa indikator terpenting kecerdasan adalah kesempurnaan pertumbuhan akal,
budi dan fisik. Namun kenyataan pahit di ranah praktis maupun teoritis,
kecerdasan lebih sering diidentikkan dengan kemampuan matematika, logika dan
bahasa. Sedangkan kesempurnaan akhlak dan fisik seakan tidak termasuk dalam
ranah keceradasan. Dalam Islam –merujuk pada hadith hasan riwayat Abu Daud,
Ahmad dan Ibn Majah- kecerdasan lebih berorientasi pada penyempurnaan
emosinalitas dan spiritualitas. Al-kayyis man dana nafsah wa amila lima
ba’da al-maut (orang cerdas adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan
menyiapkan (kehidupan) setelah kematiannya).
Adapun pengertian Multiple Intelligences
secara operasional adalah teori yang mengatakan bahwa ada delapan jenis kecerdasan
(mungkin bahkan lebih banyak lagi tetapi belum teridentifikasi). Kedelapan
jenis kecerdasan tersebut adalah (1) kecerdasan bahasa, (2) kecerdasan
matematika dan logika, (3) kecerdasan spasial, (4) kecerdasan musik, (5)
kecerdasan kinestetik, (6) kecerdasan interpersonal, (7) kecerdasan
intrapersonal, dan (8) kecerdasan naturalis. Kehadiran teori Multiple
Intelligences selain menyempurnakan definisi kecerdasan juga mengembangkan
dan memperkaya metode-metode pembelajaran.
Sekian
sedikit penjelasan tentang teori Multiple Intelligences sebagai metode pembelajaran. Semoga
bermanfaat bagi rekan-rekan guru dan mahasiswa. Untuk selanjutnya akan dibahas
lagi tentang kelanjutannya yaitu Relevansi Multiple
Intelligences Terhadap PendidikanIslam. Terima Kasih.
