Seni Pengajaran Matematika 3



      3.   Gunakan Alat Peraga Secara Efektif
Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi seluruh panca indra murid untuk meningkatkan efektivitas murid belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis.
a.      Menara Hanoi
Menara Hanoi adalah sebuah permainan matematis atau teka-teki. Ditemukan oleh Edouard Lucas, seorang ahli matematika Perancis, pada tahun 1883.
Menara Hanoi terdiri dari tiga tiang dan beberapa cakram dengan ukuran yang berbeda. Permainan dimulai dengan cakram-cakram yang tertumpuk rapi berurutan berdasarkan ukurannya dalam salah satu tiang, cakram terkecil diletakkan paling atas dan cakram terbesar diletakkan paling bawah, sehingga membentuk kerucut. Tujuan dari teka-teki ini adalah untuk memindahkan seluruh cakram dari satu tiang ke tiang lain, mengikuti aturan berikut.
1). Hanya satu cakram yang boleh dipindahkan dalam satu waktu.
2). Setiap perpindahan berupa pengambilan cakram teratas dari satu tiang dan memasukkannya ke tiang lain.
3). Cakram yang lebih besar tidak boleh diletakkan di atas cakram yang lebih kecil.
Meskipun Menara Hanoi dipraktekkan dengan tiga tiang dan sejumlah cakram, namun sebenarnya dapat juga dipraktekkan dengan benda apa saja yang berbeda ukurannya. Misal, dengan menggunakan tiga koin dan tiga posisi yang mungkin. Dengan tiga koin, hanya tujuh kali pemindahan yang dilakukan.
Sesudah murid berhasil menyelesaikan permainan dengan tujuh kali pemindahan, selanjutnya bermain dengan empat benda. Untuk permainan dengan empat benda, dengan aturan yang sama, diperlukan pemindahan 15 kali. Selanjutnya untuk permainan dengan limabenda, pemindahan yang diperlukan sebanyak 31 kali. Secara umum untuk n benda diperlukan pemindahan sebanyak 2n – 1 kali.
Sebuah legenda Hindu kuno menyatakan bahwa Brahma menempatkan 64 buah cakram terbuat dari emas di Candi Benares dan menamakannya Menara Brahma. Pendeta-pendeta diminta untuk bekerja terus menerus memindahkan cakram ini dari satu tiang (tumpukan) ke tiang yang lain sebagaimana aturan pada permainan Hanoi. Legenda ini menyatakan bahwa dunia ini akan lenyap ketika pemindahan yang terakhir telah dilakukan. Banyak pemindahan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan paling sedikit 264 – 1.
Guru meminta murid untuk memperkirakan nilai tersebut dan menanyakan berapa lama waktu yang diperlukan bila unutk pemindahan satu cakram dibutuhkan waktu satu detik. Maka jawabannya adalah :
264 – 1 = 18.446.744.073.709.551.615
b.    Menggunakan Seutas Tali
Terdengar sepele, namun seutas tali bisa menarik minat murid terhadap pelajaran matematika. Caranya, guru masuk ke dalam kelas dengan seutas tali di kantong dan tarik keluar sebagian. Perintahkan setiap murid untuk menduga panjangnya sebelum ia melihat tali seluruhnya. Jelas bahwa jawaban murid akan bermacam-macam. Tarik lagi sisa ke luar sisa talinya dan murid akan menebak lagi panjang talinya. Jawabannya pun masih bermacam-macam.
Berikutnya suruh murid menduga berapa kali tali tersebut dapat mengelilingi sebuah koin dan sebuah bola basket. Setelah panjang tali sebenarnya diinformasikan, sambungkan ujung-ujungnya dan murid akan ditanya mengenai ukuran persegi dan segitiga sama sisi terbesar yang dapat dibentuk dengan tali tersebut. Sebagai aktivitas terakhir, guru bisa bertanya kepada murid-muridnya satu persatu tentang ukuran persegi panjang atau segituga sama kaki yang dapat dibentuk dengan tali tersebut. Dengan seutas tali murid dapat secara aktif mengikuti dan termotivasi untuk belajar pengukuran.

Related Posts: