Model
pembelajaran langsung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Adanya
tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur hasil
belajar;
2.
Sintaks
atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran;
3. Sistem
pengolahan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan
pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil (Nur, 2000).
Menurut Gagne (dalam Nur 2000) bahwa dalam Model Direct
Instruction terdapat dua macam
pengetahuan, yakni pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural.
Pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan tentang sesuatu, sedangkan
pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu.
Namun, kedua pengetahuan tersebut tidak terlepas antara satu sama lain, sering
kali penggunaan prosedural memerlukan pengetahuan deklaratif yang merupakan
pengetahuan prasyarat. Model Direct Instruction dirancang untuk mengembangkan cara belajar
siswa tentang pengetahuan prosedural dan deklaratif yang terstruktur dengan
baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
Menurut
Nur (2000) tentang Model Direct Instruction dapat dirangkum sebagai
berikut:
1. Salah satu tujuan
pembelajaran yang penting dari setiap mata pelajaran di sekolah ialah
memperoleh informasi dan keterampilan-keterampilan dasar. Sebelum siswa
mempelajari informasi dan keterampilan lanjut, mereka harus terlebih dahulu
menguasai informasi dan keterampilan dasar.
2. Untuk tercapainya
tujuan seperti yang tertulis pada butir (1), guru menggunakan Model Direct
Instruction. Model pengajaran ini mempunyai landasan empirik dan teoritik
dari anallisis system, teori pemodalan tingkah laku, dan penelitian tentang
keberhasilan guru dalam mengajar.
3. Dampak instruksional
dari model pengajaran langsung ialah mengembangkan penguasaan keterampilan sederhana dan komplek
serta pengetahuan deklaratif yang dapat dirumuskan dengan jelas dan diajarkan
tahap demi tahap.
4. Direct
Instruction pada umumnya mempunyai
Lima fase, menjelaskan tujuan pembelajaran dan menyiapkan siswa;
mendemonstrasikan atau menjelaskan materi yang akan dipelajari oleh siswa;
memberikan bimbingan praktek; mengecek pemahaman siswa dan memberikan balikan;
dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih sendiri dan menerapkan
hasil belajar.
5. Model
Direct Instruction memerlukan
lingkungan pembelajaran terstruktur dengan baik dan uraian guru yang jelas.
6. Pada
tahap perencanaan perumusan tujuan dan analisis tugas, perlu
mendapat perhatian yang seksama.
7. Dalam
melaksanakan Direct Instruction, guru perlu memberikan uraian yang
jelas, mendemonstrasikan dan memperagakan tingkah laku dengan benar, memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berlatih.
8. Pelatihan
perlu dilandasi oleh prinsip-prinsip sebagai berikut : Berikan pelatihan
singkat dan frekwensi yang tidak berlebihan; Siswa benar-benar menguasai
keterampilan yang dilatihkan; Menggunakan pelatihan berkelanjutan atau
pelatihan berselang.
9. Direct
Instruction
menuntut pengolaan kelas yang unik, menarik dan mempertahankan perhatian siswa
dari awal sampai selesainya proses pembelajaran.
10. Pengolaan kelas yang juga perlu memperoleh perhatian
ialah mengatur tempo pembelajaran, kelancaran alur pembelajaran, mempertahankan
ketertiban dan peserta siswa, dan menangani dengan cepat
penyimpangan-penyimpangan tingkah laku siswa.
11. Penilaian hasil belajar siswa ditekankan pada praktek
pengembangan dan penerapan pengetahuan dasar yang sesuai, mengukur dengan
teliti keterampilan sederhana dan yang kompleks, serta memberikan umpan balik
kepada siswa.
Dari uraian diatas,
keterampilan atau kecakapan siswa, baik kognitif mapun fisik harus dijadikan
landasan oleh guru ataupun siswa untuk membangun hasil belajar yang maksimal.
Karena bagaimanapun sebelum siswa memperoleh dan memproses sejumlah informasi
atau suatu pengetahuan, mereka harus menguasai strategi belajar dahulu, seperti
membuat catatan dan merangkum isi bacaan. Begitu juga sebelum siswa mampu
berpikir secara kritis, mereka harus mampu terlebih dahulu menguasai
dasar-dasar ilmu logika dan begitu juga dengan hal-hal yang lain. Maka
disinilah seorang guru dituntut mampu mengausai metode pengajaran langsung (Direct
Instruction) untuk membantu siswa mencapainya dengan maksimal.
Referensi:
Nur, M dan Kardi, S. 2000. Pengajaran Langsung.
Pusdat Sains dan Matematika Sekolah Program Pasca Sarjana. UNESA.
