Penerapan-penerapan
di bawah ini adalah metode praktis untuk mendukung terciptanya pembelajaran
yang menyenangkan. 4 metode ini mudah dan ringan untuk dipraktikan oleh guru
dikelas. Hanya saja harus disesuaikan dengan kondisi kelas dan siswanya. Jika
kondisinya tidak mendukung cukup dengan menggunakan metode diskusi pada umumnya
saja. Langsung aja gan, ulasan metode praktisnya adalah sebagai berikut.
1. Everyone is a teacher here
Dalam metode ini setiap
siswa sebagai guru. Setiap
siswa menuliskan sebuah pertanyaan pada selembar kertas tentang materi pokok yang telah atau sedang
dipelajari. Pertanyaan tersebut dikumpulkan
dan
diacak kemudian dibagikan kembali kepada
siswa.
Diupayakan
kertas yang dikembalikan tersebut tidak kembali kepada yang membuat pertanyaan semula. Kemudian siswa diminta
untuk membacakan pertanyaan
yang ada padanya dan menjawabnya
sesuai dengan kemampuannya selanjutnya
diberikan kesempatan
kepada siswa yang lain untuk
menambahkan jawabannya.
2. The power
of two and four
Guru menetapkan satu masalah atau pertanyaan terkait dengan materi yang telah atau
sedang dipelejari.
Setiap
siswa diminta memikirkan jawabannya masing-masing kemudian mencari pasangan untuk mendiskusikannya. Setelah berdiskusi dengan
pasangannya masing-masing, siswa
diminta untuk membuat kelompok dimana
masing- masing kelompok terdiri dari 4 orang. Setiap kelompok kembali
mendiskusikan persoalan yang sama.
3. Card sort
Dalam metode ini, guru menyiapkan kartu berisi tentang materi pokok yang
telah atau
sedang dipelajari. Isi kartu terdiri dari kartu induk (topic utama) dan kartu rincian. Seluruh kartu diacak kemudian dibagikan kepada setiap siswa. Perintahkan kepada
siswa untuk bergerak mencari kartu induknya. Setelah ketemu kartu induknya, siswa secara otomatis akan membuat kelompok sesuai dengan topic atau kartu induknya dan
menyusun rincian
sesuai dengan urutannya masing-masing. Guru kemudian mengecek apakah
ada
siswa yang salah
masuk kelompok
atau salah
dalam mengurutkan
rinciannya.
4. Reading aloud
Guru memilih sebuah teks yang menarik sesuai dengan topik pembelajaran yang
dibagi dalam
potongan-potongan
kertas
untuk
dibaca dengan keras oleh siswa
secara bergantian. Ketika bacaan-bacaan tersebut berjalan, guru
menghentikan di beberapa
tempat untuk menekankan poin-poin tertentu, kemudian guru memunculkan beberapa pertanyaan, atau memberikan contoh-contoh.
Guru dapat membuat diskusi-diskusi singkat jika
para
siswa menunjukan minat dalam bagian
tertentu.
Nilai yang dipilih akan menjadi tema nilai pertemuan satu
hari tersebut. Di akhir kegiatan pembelajaran akan ada refleksi nilai. Siswa
yang mengaplikasikan nilai tersebut selama satu hari akan mendapat bintang
sedangkan siswa yang melanggar akan dikurangi bintangnya. Pada akhir semester
atau akhir tahun ajaran bintang-bintang tersebut akan dihitung dan siswa
tertentu (yang memiliki bintang terbanyak atau memenuhi jumlah bintang tertentu
tergantung kebijakan guru) akan mencapat reward dari guru atau sekolah.
Sebisa mungkin guru harus mengawasi
siswa selama kegiatan pembelajaran di sekolah dan memacu siswanya untuk jujur
dalam kegiatan refleksi. Guru memiliki buku catatan bintang untuk anak dan
menyediakan reward untuk siswa yang disepakati akan mendapat reward (jumlah
bintang terbanyak atau memenuhi jumlah tertentu tergantung kebijakan guru).
Aktivitas dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
Aktivitas ini merupakan kegiatan di luar apersepsi. waktu untuk aktivitas 10-15 menit
sedangkan untuk refleksi 5-10 menit atau menyesuaikan kebijakan sekolah dan
guru.
Bagaimana rekan-rekan Corner, cukup jelas bukan. Cukup praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Semoga bermanfaat ya, :D
