Dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, beberapa hal yang harus
dilakukan oleh guru
antara lain:
1. Menyapa siswa dengan ramah dan
bersemangat
Menciptakan awal yang berkesan adalah penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka
proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan. Oleh karena itu
selalu
awali
kegiatan pembelajaran
dengan
memberikan sapaan hangat kepada siswa, misalnya “anak-anak senang
bertemu kalian hari ini, kalian adalah anak-anak bapak atau/ibu yang hebat”. Karena sapaan hangat dan raut wajah cerah memantulkan energy positif yang dapat mempegaruhi semangat para siswa. Kita dapat bayangkan jika seorang guru ketika memulai pembelajaran dengan raut muka
ruwet, tidak senyum, penampilan
kusut, tentu
saja suasana kelas menjadi menegangkan dan
menakutkan.
2. Menciptakan suasana rileks
Ciptakanlah lingkungan yang releks, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang nyaman.
Oleh karena itu aturlah posisi tempat duduk secara
berkala sesuai keinginan siswa. Bisa memakai format u, lingkaran, cevron, dan lain-lain. Selain itu, ciptakanlah suasana kelas dimana siswa
tidak takut melakukan kesalahan. Untuk menanamkan
keberanian
kepada siswa
dalam mengemukakan pendapat atau menjawab pertanyaan, katakan kepada
siswa
jika
jawabannya salah katakan “kan lagi belajar”. Karena sedang belajar, maka kesalahan adalah suatu yang lumrah dan tidak berdosa.
3. Memotivasi
siswa
Motivasi
adalah sebuah konsep
utama dalam banyak teori
pembelajaran. Motivasi ini sangatlah
dikaitkan dengan dorongan,
perhatian, kecemasan, dan umpan balik/penguatan. Adanya dorongan dalam diri individu untuk
belajar bukan hanya tumbuh dari dirinya secara langsung, tetapi bisa saja karena rangsangan dari luar, misalnya berupa stimulus
model pembelajaran yang menarik memungkinkan respon yang baik dari diri peserta didik
yang akan belajar. Respon yang baik tersebut, akan berubah menjadi sebuah motivasi yang tumbuh dalam dirinya, sehingga ia merasa terdorong untuk mengikuti proses pembelajaran
dengan penuh perhatian dan antusias.
4. Menggunakan
ice breaking
Dalam pelajaran terkadang kita melihat timbulnya suasana yang kurang mendukung
hingga
menyebabkan tidak tercapainya tujuan dari pembelajaran. Suasana yang dimaksud adalah kaku,
dingin, atau beku sehingga pembelajaran
saat itu
menjadi
kurang nyaman.
Ice breaking berguna untuk menaikkan kembali derajat perhatian peserta pelatihan
(training). Hal ini perlu dilakukan oleh guru karena
berdasarkan hasil penelitian, rata-rata
setiap orang
untuk dapat berkonsentrasi pada satu fokus tertentu hanyalah sekitar 15 menit. Setelah itu konsentrasi seseorang
sudah tidak lagi dapat memusatkan perhatian (focus). Seorang
guru harus peka ketika melihat gejala yang menunjukkan bahwa siswa sudah tidak
dapat konsentrasi lagi dengan melakukan ice breaking agar siswa menjadi segar dan
konsentrasi kembali. Ice breaking
bisa berupa yel-yel, tepuk tangan, menyanyi, gerak dan
lagu, gerak anggota badan,
dan
games.
5. Menggunakan
metode yang variatif
Individu adalah makhluk yang
unik memiliki kecenderungan, kecerdasan, dan gaya belajar
yang berbeda-beda.
Paling
tidak ada
4
gaya
belajar siswa
seperti
yang
diungkapkan howard
gardner yaitu auditory, visual, reading dan kinesthetic. Guru perlu menyadari
bahwa siswa dalam satu kelas memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu,
untuk mengakomodir semua siswa belajar dengan latar belakang yang berbeda tersebut guru dapat
menggunakan metode yang bervariasi
