Strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari pada
berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi, kondisi dan lingkungan yang akan
dihadapinya.
Pemilihan strategi pembelajaran umumnya bertolak dari:
Pemilihan strategi pembelajaran umumnya bertolak dari:
a.
Rumusan tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan
b.
Analisis kebutuhan dan
karakteristik peserta didik yang dihasilkan,
c.
Jenis materi pelajaran yang
akan dikomunikasikan.
Komponen strategi pembelajaran
i. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu
sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting.
ii. Penyampaian Informasi
Penyampaian informasi seringkali dianggap
sebagai suatu kegiatan paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian
ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya
tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta
didik dalam belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tidak
berarti.
iii. Partisipasi Peserta Didik
Berdasarkan prinsip student centered maka
peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar. Dalam masyarakat
belajar dikenal istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang diterjemahkan
dari’ SAL (Student Active Learning) yang maknanya adalah bahwa proses pembelajaran
akan iebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan
latihan-latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang
sudah ditetapkan.
iv. Tes
Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui:
(a) apakah tujan pembelajaran khusus telah
tercapai atau belum, dan
(b) apakah pengetahuan, sikap dan keterampilan
telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.
v.
Kegiatan Lanjutan
Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up
dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan
dengan baik oleh guru. Dalam kenyataannya, setiap kali setelah tes dilakukan
selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus atau di atas
rata-rata:
(a). hanya menguasai sebagian atau cenderung di
rata-rata tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai
(b). Peserta didik seharusnya menerima tindak
lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi
tersebut.
Gerlach dan Ely (1990, him 173) menjelaskan pola
umum pemilihan strategi pembelajaran yang akan digambarkan melalui bagan
berikut ini: pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip
efisiensi, efektivftas, dan keterlibatan peserta didik
1. Efisiensi
Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan
pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
2. Efektivitas
Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk
menjawab pertanyaan seberapajauh tujuan pembelajaran telah dapat dicapai oleh
peserta didik. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak
otomatis menjadi strategi yang efektif.
3. Keterlibatan Peserta Didik
Pada dasamya keteriibatan peserta didik dalam
proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tantangan yang dapat membangkitkan
motivasinya dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang besifat inkuiri pada
umumnya dapat memberikan rangsangan belajar yang lebih intensif dibandingkan
dengan strategi pembelajaran yang hanya bersifat ekspositori.
