Peran Guru dalam Penetapan dan Pemilihan Strategi Pembelajaran


Jasa guru dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan para peserta didik sangatlah besar. Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara. Salah satu peran guru dalam pembelajaran yaitu dapat memposisikan sebagai orang tua, teman, fasilitator, pengembang kreativitas anak, motivator, dan lain-lain.
1.      Peran Guru dalam Memahami Siswa sebagai Dasar Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa, sehingga perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut pengembangan isis dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan orang tua. 
Proses pembelajaran di sekolah dasar harus bersifat terpadu denagn perkembangan fisik kognitif, sosial, moral, dan emosional. Pendidikan di sekolah dasar ini berorientasi kepada isi, artinya menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, yaitu materi pelajaran. Pendekatan perkembangan dalam pembelajaran menekankan pada kepadanan kurikulum dan proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Konsep pendekatan perkembangan ini ada dua dimensi, yaitu dimensi umum dan individual. Sisi penting dari pendekatan perkembangan ini adalah pengetahuan tentang faktor-faktor yang secara individu padan dengan anak tertentu di dalam kelas.
 2.   Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses tersebut. Inkuiri di dalam pembelajaran mengandung makna mempertanyakan, menjelajahi lebih jauh dan memperluas pemahaman tentang situasi. Sedangkan refleksi mengimplementasikan adanya dugaan, penilaian dalam pertimbangan faktor-faktor signifikan untuk mencapai tujuan. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi pada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran, rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakaup komponen-komponen sebagai berikut:
a.  Analisis kurikulum, yaitu kegiatan untuk merumuskan rencana dan bahan ajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
b. Tujuan pembelajaran; ada empat tipe tujuan pembelajaran yaitu tujuan perilaku, tujuan pemecahan masalah, tujuan ekspresif, dan tujuan afektif.
c.    Rencana kegiatan berisi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
d.   Rencana evaluasi, terdiri dari kegiatan evaluasi sumatif dan evaluasi formatif.
3.      Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas

Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.
Pendekatan pluralistic dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.
Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait, dimana manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif. Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi. Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsure penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh pada perilaku guru dan peserta didik.

  
4.     Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah proses memeperoleh informasi untuk membentuk judgement dalam pengambilan keputusan. Tahap-tahap evaluasi terdiri dari tahap persiapan evaluasi, tahap memperoleh informasi yang diperlukan, tahap membentuk judgement, dan tahap menggunakan judgement untuk mengambil keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap, sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa.

Related Posts: