1.
Berdasarkan
aspek psikis:
a.
Tes
Intelegensi
Yakni tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk
mengungkap atau mengetahui tingkat kecerdasan seseorang.
b.
Tes
Kemampuan
Yaitu tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk
mengungkap kemampuan dasar atau bakat khusus yang dimiliki oleh testee.
c.
Tes
Sikap
Yakni salah satu jenis tes yang dipergunakan untuk
mengungkap predisposisi atau kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu
respon tertentu terhadap dunia sekitarnya, baik berupa individu-individu maupun
obyek-obyek tertentu.
d.
Tes
Kepribadian
Yakni tes yang dilaksanakan dengan tujuan mengungkap
ciri-ciri khas dari seseorang yang banyak sedikitnya bersifat lahiriah.
e.
Tes
Hasil Belajar
Tes hasil belajar juga sering dikenal dengan istilah tes
pencapaian, yakni tes yang biasa digunakan untuk mengungkap tingkat pencapaian
atau prestasi belajar. Tes hasil belajar atau tes prestasi belajar dapat
didefinisikan sebagai cara (yang dapat dipergunakan) atau prosedur (yang dapat
ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian hasil belajar yang berbentuk
tugas dan serangkaian tugas (baik berupa pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal)
yang harus dijawab, atau perintah-perintah yang harus dikerjakan testee,
sehingga (berdasar atas data yang diperoleh dari kegiatan pengukuran itu) dapat
dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi belajar testee,
nilai mana dapat dibandingkan dengan nilia-nilai standar tertentu, atau dapat
pula dibandingkan dengan nilai-nilai yang berhasil dicapai oleh testee lainnya.
2.
Berdasarkan
banyaknya orang:
a.
Tes
Individu
Yaitu suatu tes yang dalam pelaksanaannya memerlukan
waktu yang cukup panjang (untuk waktu yang sama, penguji hanya dapat mengetes
seorang calon)
b.
Tes
Kelompok
Yaitu tes yang dilakukan terhadap beberapa murid dalam
waktu yang sama.
3.
Berdasarkan
waktu:
a.
Power
Test
Yakni tes di mana waktu yang disediakan buat testee untuk
menyelesaikan tes tersebut tidak dibatasi, dan;
b.
Speed
Test
Yaitu tes di mana waktu yang disediakan buat testee untuk
menyelesaikan tes tersebut dibatasi.
4.
Berdasarkan
bentuk respon:
a.
Verbal
Test
Yakni suatu tes yang menghendaki respon (jawaban) yang
tertuang dalam bentuk ungkapan kata-kata atau kalimat, baik secara lisan maupun
tertulis, dan;
b.
Nonverbal
Test
Yakni tes yang menghendaki respon (jawaban) dari testee
bukan berupa ungkapan kata-kata atau kalimat, melainkan berupa tindakaan atau
tingkah laku; jadi respon yang dikehendaki muncul dari testee adalah berupa
perbuatan atau gerakan-gerakan tertentu.
Referensi:
Wihaskoro, Ahmad
Mabruri. 2013. Modul Evaluasi Pembelajaran
