Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai
tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada
memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama
untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru
datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di
kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual
Beberapa strategi pengajaran yang dapat dikembangkan oleh guru melalui
pembelajaran kontekstual, antara lain:
1. Pembelajaran berbasis masalah
Sebelum memulai proses
belajar-mengajar di dalam kelas, siswa terlebih dahulu diminta untuk
mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Kemudian siswa diminta untuk
mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul. Setelah itu, tugas guru adalah
merangsang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas
guru adalah mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan
mendengarkan perspektif yang berbeda dengan mereka.
2. Memanfaatkan lingkungan siswa
untuk memperoleh pengalaman belajar
Memberikan penugasan yang dapat dilakukan di
berbagai konteks lingkungan siswa antara lain di sekolah, keluarga, dan
masyarakat. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi siswa
untuk belajar di luar kelas. Misalnya, siswa keluar dari ruang kelas dan
berinteraksi langsung untuk melakukan wawancara. Siswa diharapkan dapat
memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman
belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa dalam rangka
mencapai penguasaan standar kompetensi, kemampuan dasar dan materi
pembelajaran.
3. Memberikan aktivitas kelompok
Aktivitas belajar secara kelompok dapat
memperluas perspektif serta membangun kecakapan interpersonal untuk berhubungan
dengan orang lain. Guru dapat menyusun kelompok terdiri dari tiga, lima maupun
delapan siswa sesuai dengan tingkat kesulitan penugasan.
4. Membuat aktivitas belajar
mandiri
Peserta didik tersebut mampu mencari,
menganalisis dan menggunakan informasi dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan
guru. Supaya dapat melakukannya, siswa harus lebih memperhatikan bagaimana
mereka memproses informasi, menerapkan strategi pemecahan masalah, dan menggunakan
pengetahuan yang telah mereka peroleh. Pengalaman pembelajaran kontekstual
harus mengikuti uji-coba terlebih dahulu; menyediakan waktu yang cukup, dan
menyusun refleksi; serta berusaha tanpa meminta bantuan guru supaya dapat
melakukan proses pembelajaran secara mandiri (independent learning).
5. Membuat aktivitas belajar
bekerjasama dengan masyarakat
Sekolah dapat melakukan kerja sama dengan orang
tua siswa yang memiliki keahlian khusus untuk menjadi guru tamu. Hal ini perlu
dilakukan guna memberikan pengalaman belajar secara langsung dimana siswa dapat
termotivasi untuk mengajukan pertanyaan. Selain itu, kerja sama juga dapat
dilakukan dengan institusi atau perusahaan tertentu untuk memberikan pengalaman
kerja. Misalnya meminta siswa untuk magang di tempat kerja.
6. Menerapkan penilaian autentik
Dalam pembelajaran kontekstual, penilaian
autentik dapat membantu siswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan
yang telah diperoleh pada situasi nyata untuk tujuan tertentu. Menurut Johnson
(2002), penilaian autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk
menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar-mengajar.
Adapun bentuk-bentuk penilaian yang dapat digunakan oleh guru adalah portfolio,
tugas kelompok, demonstrasi, dan laporan tertulis.
