Istilah pembelajaran mengacu pada dua aktivitas yaitu mengajar
dan belajar. Aktivitas
mengajar berkaitan dengan apa yang dilakukan
oleh guru dan aktivitas belajar berkaitan dengan siswa. Hal ini seperti yang diungkap oleh munib chatib bahwa pembelajaran adalah
proses transfer ilmu dua arah, antara
guru sebagai pemberi informasi
dan
siswa sebagai penerima informasi.
Sementara achjar chalil mendefiniskan pembelajaran sebagai
proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada
suatu lingkungan belajar.
Sedangkan
menurut arief. s
sadiman pembelajaran adalah
proses penyampaian
pesan
dari
sumber pesan ke penerima pesan melalui saluran atau media tertentu.
Dari ketiga definisi tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran memuat tiga unsur penting yaitu:
1. Proses yang direncanakan guru,
2. Sumber
belajar,
3. Siswa yang belajar.
Dalam konteks pembelajaran menyenangkan, siswa lebih
diarahkan untuk memiliki
motivasi tinggi dalam belajar
dengan menciptakan situasi yang menyenangkan dan
mengembirakan. Menurut mulyasa, pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat suatu kohesi yang kuat antara guru dan
siswa, tanpa ada
perasaan terpaksa atau tertekan. Pembelajaran menyenangkan adalah adanya pola hubungan baik antara guru dengan siswa
dalam proses
pembelajaran. Guru memosisikan
diri sebagai mitra
belajar siswa, bahkan dalam hal tertentu tidak menutup kemungkinan guru
belajar dari siswanya. Dalam hal ini perlu diciptakan suasana yang demokratis dan tidak ada
beban, baik guru maupun siswa dalam melakukan proses pembelajaran.
Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di
dalamnya terdapat suasana yang rileks,
bebas dari tekanan, aman, menarik,
bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat,
perasaan gembira, konsentrasi tinggi. Sementara sebaliknya
pembelajaran menjadi tidak menyenangkan apabila suasana tertekan, perasaan terancam, perasaan menakutkan,
merasa tidak berdaya, tidak bersemangat, malas/tidak berminat, jenuh/bosan, suasana
pembelajaran monoton,
pembelajaran tidak menarik siswa.
