a.
Tes
Tulis
Yakni jenis tes
di mana tester dalam mengajukan butir-butir pertanyaan atau soalnya dilakukan
secara tertulis dan testee memberikan jawabannya juga secara tertulis.
b.
Tes
Lisan
Yakni tes di mana
tester di dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soalnya dilakukan secara
lisan, dan testee memberikan jawabannya secara lisan pula.
Bentuk tes yang sering dipakai dalam
proses belajar mengajar pada hakikatnya dapat dikelompokkan menjadi tiga
bentuk, yaitu:
1.
Tes
Tulis (written test): suatu tes yang menuntut siswa memberikan jawaban
secara tertulis. Tes tulis mempunyai 2 macam:
a) Tes
Obyektif: tes tulis yang menuntut siswa memilih jawaban yang telah disediakan
atau memberikan jawaban singkat terbatas. Tes ini dibuat sedemikian rupa,
sehingga hasil tes tersebut dapat dinilai secara obyektif, dinilai oleh
siapapun akan menghasilkan nilai yang sama. Tes objektif jawabannya ringkas dan
pendek (short answer test). Bentuk bentuk tes obyektif ini adalah :
1)
Bentuk
benar salah (true false)
Contoh: Lingkarilah B bila pertanyaan ini benar, atau S
bila pertanyaan tersebut salah. B-S
Hukum memberi hadiah adalah sunah muakkad.
2)
Bentuk
pilihan ganda (multiple choice)
Contoh: berilah tanda (x) huruf a, b, c, d pada jawaban
yang benar!
Wajib mengerjakan ibadah haji bagi orang yang…………
|
a. Tua
|
b. Kaya
|
|
c. Mampu
|
d. Suka
|
3)
Bentuk
menjodohkan (matching)
Contoh: Jodohkan soal bagian A dan B
Bagian A
- Melaksanakan Ibadah puasa
- Iman kepada kitab-kitab Alloh
- Menahan keluarnya hadast
Bagian B
- Rukun Iman nomor 3
- Hal yang makruh dalam sholat
- Rukun islam nomor 4
4)
Bentuk
melengkapi (completion)/jawaban singkat.
Contoh: Rosul nomor 25 adalah….
b) Tes
Subjektif/Essai: tes tertulis yang meminta siswa memberikan jawaban berupa uraian atau kalimat yang panjang-panjang.
Panjang pendeknya tes essai adalah relatif, sesuai kemampuan si penjawab tes.
Bentuk-bentuk tes subjektif ini adalah:
1) Essai
bebas, yakni tes yang soal-soalnya harus dijawab dengan uraian secara bebas.
Sesuai dengan apa yang diketahuinya. Contoh: Apa yang terjadi apabila
pemerintahan suatunegara dipimpin oleh seorang diktator?
Kelemahan
dalam bentuk ini adalah sukar menentukan standar jawaban yang benar sebab
jawaban siswa sifatnya beraneka ragam.
2)
Essai
terbatas, yakni yang soalnya menuntut jawaban dalam bentuk uraian yang telah
terarah. Tes uaraian
ini lebih mudah memeriksanya, karena
dapat lebih mudah
ditetapkan standar jawaban yang
benar. Contoh: Sebutkan ciri-ciri
seorang pemimpin yang bersifat diktator!
2.
Tes
Lisan (oral test): Tes lisan sangat
bermanfaat untuk mengukur
aspek yang terkait dengan
kemampuan komunikasi. Tes lisan
juga dapat digunakan untuk
menguji siswa baik secara individual ataupun kelompok. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pelaksanaan tes lisan:
a) Janganlah
guru membentak siswa karena siswa itu memberikan jawaban yang menurut penilaian
guru merupakan jawaban yang salah.
b) Jangan
pula ada kecenderungan untuk membantu seorang murid yang sedang dites dengan
memberikan kunci-kunci jawaban tertentu karena kita merasa kasihan atau simpati
pada murid itu. Contoh bentuk tes lisan: Guru dikelas bertanya pada siswanya:
“Sebutkan Rukun-rukun dalam sholat!”
