Kisi-Kisi Evaluasi Pembelajaran

Untuk setiap program pendidikan membutuhkan cara dan alat pengumpulan data evaluasi yang berbeda-beda. Di sini tidak mungkin diberi satu contoh cara pengumpulan data yang dapat diterapkan untuk semua program pendidikan. Pada komponen evaluasi reaksi, semua program pendidikan dapat menggunakan indikator yang sama, namun pada komponen yang lain sangat tergantung tujuan dan materi pembelajaran yang diberikan. Sebagai contoh, pembelajaran fisika memiliki indikator pengukuran keberhasilan yang berbeda dengan pembelajaran biologi, meskipun keduanya berada pada satu kompetensi sains (IPA). Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran pada komponen belajar, perilaku dan hasil pun berbeda.
Untuk mencocokkan antara substansi yang diukur dengan cara pengukuran, maka perlu adanya kisi-kisi evaluasi. Kisi-kisi (blue print portable of specification) merupakan deskripsi mengenai kompetensi/ruang lingkup dan isi materi yang akan diukur. Tujuan dari pembuatan kisi-kisi adalah untuk menentukan kompetensi/ruang lingkup dan fokus yang setepat tepatnya, sehingga dapat menjadi petunjuk dalam mengukur. Wujudnya dapat berbentuk format atau matriks berikut ini:
Komponen
Kisi-Kisi Evaluasi
Reaksi
Substansi yang diukur:
1.    Materi pembelajaran, relevan dengan tujuan.
2.    Kompetensi pendidik/guru.
3.    Fasilitas penunjang kelancaran pembelajaran.
4.    Pembagian waktu pembelajaran yang proporsional.
5.    Penggunaan waktu efisien dan efektif.
6.    Saran untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Cara pengukuran:
Menggunakan kuesioner yang dibagikan setelah pembelajaran
selesai dilaksanakan.
Belajar
Substansi yang diukur:
1.    Kompetensi peserta didik (pengetahuan, sikap dan keterampilan) sebelum dan sesudah mengikutipembelajaran.
2.    Partisipasi (kehadiran dan keaktifan) peserta didik selama pelaksanaan pembelajaran.
Cara pengukuran:
1.    Pengukuran dapat dilakukan melalui pretes dan postes.
2.    Pengukuran dilakukan dengan tes tertulis dan tes unjuk kerja (praktik). Selama tes unjuk kerja diamati sikap danketerampilannya.
3.    Materi pengukuran sesuai dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan.
Perilaku
Substansi yang diukur:
1.    Perubahan kepribadian menjadi lebih baik misalnya kedisiplinan, motivasi, pengendalian emosi, dan sebagainya.
2.    Kompetensi sosial menjadi lebih baik seperti kemampuan kerjasama dalam kelompok.
3.    Komunikasi interpersonal menjadi lebih baik seperti sopan santun dalam berbicara dan bergaul dengan teman, guru, dan orang lain.
Cara pengukuran:
1.    Memberi jeda waktu dan kesempatan agar terjadi perubahan perilaku pada peserta didik.
2.    Mengevaluasi perilaku sebelum dan sesudah pembelajaran.
3.    Melakukan survey atau wawancara kepada peserta didik yang telah menyelesaikan program pembelajaran
Hasil
Substansi yang diukur:
1.    Peningkatan prestasi hasil belajar, kuantitas dan kualitas belajar.
2.    Perbaikan pemahaman konsep, peningkatan pengetahuan dan wawasan, kemampuan pemecahan masalah, serta penalaran.
3.    Peningkatan kemandirian belajar, peningkatan motivasi belajar, manajemen waktu belajar, pemberdayaan sumber belajar, efektivitas belajar, dan peningkatan moral.
Cara pengukuran:
1.    Evaluasi hasil dilakukan setelah peserta didik menyelesaikan program pembelajaran.
2.    Evaluasi hasil dapat menggunakan dokumen hasil belajar yang telah dicapai, kuesioner atau daftar cek sesuai dengan substansi yang hendak diukur.

Related Posts: