Pentingnya Strategi dalam Pembelajaran



Strategi pembelajaran memiliki keterkaitan yang kuat dengan tujuan pembelajaran. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dari gambaran perilaku maupun kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa selama dan setelah jam pelajaran dengan cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.
Misalnya, pada mata pelajaran IPS di kelas 4 topik yang berkaitan dengan system social, kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai adalah mampu menganalisis masyarakat sebagai sistem sosial. Berikut ini terlihat hubungan antara salah satu tujuan pembelajaran khusus dengan strategi/metode pembelajaran yang dianggap dapat mencapai tujuan ataupun membentuk kompetensi tersebut. Dengan demikian alternatif metode mengajar untuk mencapai tujuan tersebut akan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.
Tujuan pembelajaran/ kompetensi
Alternatif kegiatan
Mampu menjelaskan aturan yang berlaku di sekolah dan di rumah.
-      Siswa mendengarkanpenjelasan guru tentang aturan-aturan disekolah dan di rumah.
-       Siswa melakukan Tanya jawab dengan guru tentang aturan di sekolah dan di rumah.
Dalam kurikulum saat ini, strategi atau metode pembelajaran tidak di sajikan secara khusus artinya guru dapat memilih sendiri metode pembelajaran mana yang dianggap sesuai dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun pembentukan kemampuan siswa. Untuk memudahkan pemilihan strategi atau metode mengajar guru harus memahami tujuan pembelajaran maupun kompetensi yang akan ditempuh sisiwa. Disamping itu guru juga harus memahami karakteristik metode mengajar yang akan dipilih sekaligus memahami dampak kemampuan dari metode tersebut.
Strategi atau metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode yang efektif. Penggunaan strategi atau metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal. Strategi/metode mengajar memiliki fungsi sentral dalam pembelajaran yaitu sebagai alat dan cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Ketika guru mengimplementasikan rencana pembelajaran, guru dapat memantau dua isu yaitu: variasi pelajaran dan langkah pembelajaran. Variasi dan aktivitas yang dipilih akan membuat kelas jadi hidup damn menarik. Untuk memvariasikan pelajaran, guru harus sering mengubah tempo aktivitas dari cepat menjadi lambat. Mereka juga dapat mengubah pengorganisasi kelas dengan memberikan tugas, kerja berpasangan, kerja kelompok atau interaksi yang melilbatkan seluruh anggota kelas. Aktivitas – aktivitas tersebut juga bervariasi dalam hal tingkat kesulitan, ada beberapa aktivitas yang mudah sementara yang lain lebih sulit. Aktivitas tersebut juga harus menarik siswa, tidak hanya guru. Akan tetapi, Ur (1996, p 216) mengingatkan bahwa variasi dalam aktivitas tidak boleh menjadi dilakukan secara acak. Hal ini dapat mengakibatkan kegelisahan dan kekacauan. Maka Ur (1996) menyarankan aktivitas yang agak sulit dan tugas ditempatkan pada awal pelajaran dan kegiatan yang sipatnya agak diam sebelum memberikan kegiatan yang hidup. Para guru mungkin inginmencoba variasi – variasi ini agar dapat megetahui aktivitas apa yang terbaik bagi kelas mereka.
Ketika pelajaran tidak berhasil, guru harus segera membuat penyesuaian dari rencan awal. Hal ini tentu saja sulit bagi guru pemula karena mereka mungkin saja tidak punya pengalaman dalam mengenali situasi yang mengarah pada situasi yang buruk. Mereka juga mungkin kurang akan pengetahuan yang diperlukan untuk mengembangkan rencana yang diperlukan dalam situasi kelas tersebut. Tidak ada satupun panduan guru yang dapat mengantisipasi masalah apa yang mungkin akan terjadi (misalnya masalah dari luar kelas seperti adanya interupsi dari pengunjung); akan tetapi masalah tersebut harus segera diatasi dengan cepat. Para guru mendapat pengetahuan tentang hal ini dari pengalaman.

Related Posts: